Rudal Iran Hantam Permukiman Israel, 5 Bangunan Rusak di Itamar

favicon progres.id
ledakan bom besar di pusat kota tel aviv
Ledakan besar terjadi di pusat Kota Tel Aviv akibat rudak balistik Iran, belum diketahui seberapa parah kehancuran ini dan korban yang terdampak (Foto: Telegram)

PROGRES.ID – Gelombang serangan rudal terbaru dari Iran dilaporkan menghantam sejumlah wilayah Israel pada Senin (08/06/2026), memicu sirene peringatan dan instruksi darurat bagi warga untuk segera berlindung di bunker. Beberapa laporan media Israel menyebutkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Dewan Permukiman Israel di wilayah utara Tepi Barat mengakui sejumlah rumah mengalami kerusakan setelah terkena dampak serangan rudal yang disebut berasal dari Iran. Salah satu wilayah yang dilaporkan terdampak adalah permukiman Itamar yang dibangun di atas lahan dekat Nablus, Tepi Barat.

Media Ibrani melaporkan sedikitnya lima bangunan di Itamar mengalami kerusakan akibat rentetan rudal yang menghantam kawasan tersebut. Sejumlah rekaman yang beredar di media sosial juga memperlihatkan momen rudal jatuh langsung di area permukiman.

Sumber-sumber lokal menyebut salah satu rudal Iran mendarat di kawasan Itamar, menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah di sekitarnya. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat insiden tersebut.

Sementara itu, harian Israel Hayom melaporkan lebih dari 10 rudal ditembakkan dari Iran dalam gelombang serangan terbaru yang mengarah ke pangkalan militer dan permukiman Israel.

Laporan lain menyebut gelombang serangan berikutnya diperkirakan menyasar wilayah Yerusalem, Hebron, dan kawasan sekitar Laut Mati.

Di tengah situasi yang terus berkembang, militer Israel mengeluarkan instruksi kepada para pemukim untuk segera memasuki tempat perlindungan setelah muncul perkiraan bahwa sebagian rudal yang mengarah ke Yerusalem kemungkinan memiliki hulu ledak yang dapat terpecah di udara.

Mantan Kepala Sistem Pertahanan Udara Israel, Brigadir Jenderal Cadangan Tzvika Haimovich, menilai intensitas serangan terbaru menunjukkan Iran masih memiliki kemampuan militer yang signifikan.

Menurutnya, kemampuan meluncurkan sekitar 10 rudal dalam waktu kurang dari satu jam sebagai respons terhadap sebuah operasi militer menjadi indikator bahwa kapasitas serangan Iran masih perlu diperhitungkan secara serius.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan dimulainya operasi militer yang diberi nama “Operasi Nasr” atau “Kemenangan”.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut Pasukan Dirgantara mereka melancarkan serangan dengan sandi operasi “Ya Haidar Karrar” dan mendedikasikannya kepada para korban yang gugur dalam konflik 12 hari yang terjadi pada Juni 2025.

Teheran menyatakan operasi tersebut menargetkan dua pangkalan udara strategis Israel, yakni Pangkalan Udara Nevatim dan Tel Nof. Menurut IRGC, serangan itu merupakan respons atas serangan rudal Israel terhadap beberapa lokasi radar di wilayah Iran.

IRGC menegaskan bahwa kecepatan respons terhadap serangan Israel serta perluasan daftar target menjadi bagian dari strategi yang diterapkan pada fase konflik saat ini.

Selain itu, seluruh unit tempur dan operasional Garda Revolusi disebut berada dalam kondisi siaga penuh untuk melaksanakan operasi yang lebih luas apabila situasi terus meningkat.

Serangan terbaru ini semakin mempertegas eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang dalam beberapa hari terakhir terus saling melancarkan serangan. Ketegangan tersebut juga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik ke berbagai wilayah lain di Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *