Rudal Tomahawk Dicegat, Drone Pengintai Ditembak Jatuh! Pertahanan Udara Iran Klaim Tumbangkan Lebih dari 130 Drone Musuh

favicon progres.id
ebrahim zolfaghari
Jubir Markas Khatam Al-Anbiya IRGC Ebrahim Zolfaghari (IRGC)

PROGRES.ID – Sistem pertahanan udara Iran dilaporkan berhasil mencegat rudal jelajah Tomahawk dan menembak jatuh drone pengintai milik Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran bagian barat. Pejabat setempat menyebut jumlah drone musuh yang berhasil dihancurkan kini telah melampaui 130 unit sejak konflik dimulai.

Gubernur Bijar di Provinsi Kurdistan, Kazem Kazemi, mengatakan rudal Tomahawk berhasil dihancurkan di dekat jalan Gol Tappeh pada Jumat pagi sebelum mencapai targetnya. Ia menyebut sistem pertahanan udara Iran merespons ancaman dengan cepat dan akurat.

Dalam perkembangan lain, hubungan masyarakat Islamic Revolution Guards Corps (IRGC) di Provinsi Qazvin juga melaporkan bahwa sebuah drone pengintai yang disebut milik Amerika dan Israel berhasil ditembak jatuh setelah memasuki wilayah udara Iran di kawasan Avaj.

Dengan bertambahnya dua target tersebut, Iran mengklaim jaringan pertahanan udara terpadu mereka telah menghancurkan lebih dari 130 drone sejak awal konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Selain drone, Iran juga mengklaim berhasil menargetkan beberapa pesawat tempur yang memasuki wilayah udaranya. Salah satu yang disebut terkena serangan adalah jet tempur F/A-18 Hornet, yang dilaporkan menjadi pesawat tempur Amerika keempat yang berhasil diserang sejak konflik pecah pada 28 Februari.

Iran juga mengklaim sebelumnya berhasil mengenai jet tempur siluman canggih F-35 Lightning II. Laporan media Amerika, termasuk NPR, menyebut pesawat tersebut mengalami kerusakan cukup serius dan tidak dapat kembali beroperasi dalam waktu dekat. Disebutkan pula bahwa pilot mengalami luka akibat serpihan saat insiden tersebut.

Sementara itu, juru bicara Komando Pusat Militer Amerika, United States Central Command, sebelumnya menyatakan bahwa pesawat generasi kelima tersebut sedang menjalankan misi tempur di atas wilayah Iran ketika terpaksa melakukan pendaratan darurat di sebuah pangkalan militer Amerika di kawasan Asia Barat.

Jika dikonfirmasi secara resmi, insiden tersebut menjadi salah satu pengakuan pertama bahwa pesawat tempur Amerika terkena serangan sistem pertahanan Iran sejak konflik dimulai.

Sumber militer Iran juga menyebut bahwa sistem pertahanan udara buatan dalam negeri digunakan dalam operasi yang berhasil mengenai jet tempur siluman tersebut.

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus meningkat sejak serangan besar pada 28 Februari. Sejak saat itu, serangan udara, rudal, dan drone terjadi di berbagai wilayah, sementara Iran telah melancarkan lebih dari 80 gelombang serangan balasan ke target militer Amerika dan Israel di kawasan Asia Barat dan wilayah yang dikuasai Israel.

Eskalasi ini menunjukkan bahwa pertempuran tidak hanya terjadi melalui serangan udara dan rudal, tetapi juga melalui perang teknologi antara sistem pertahanan udara dan pesawat tempur modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *