PROGRES.ID – Gelombang kecaman internasional muncul setelah serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel menargetkan sejumlah universitas terkemuka di Iran, termasuk Iran University of Science and Technology di Teheran dan Isfahan University of Technology.
Serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir itu disebut terjadi di tengah konflik berkepanjangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Serangan terhadap kampus memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, analis, dan pejabat, yang menilai serangan tersebut menargetkan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Iran.
Seorang akademisi Iran, Helyeh Doutaghi, yang mengunjungi kampus Iran University of Science and Technology setelah serangan, menggambarkan kondisi kampus yang mengalami kerusakan berat. Ia menyebut sejumlah ruang kelas rusak, lorong kampus dipenuhi pecahan kaca, dan beberapa kantor dosen terbakar.
Ia juga menyebut sebuah gedung yang baru direnovasi dan biasa digunakan mahasiswa untuk kegiatan akademik dan sosial dilaporkan ikut hancur akibat serangan tersebut. Seorang mahasiswa, menurutnya, mengaku sedih karena kantor dosennya yang biasa digunakan untuk konsultasi akademik ikut terbakar dalam serangan itu.
Universitas tersebut diketahui merupakan salah satu pusat pengembangan teknologi Iran, termasuk terlibat dalam proyek satelit nasional seperti Omid dan Zafar 2. Serangan terhadap fasilitas pendidikan tinggi ini dinilai sebagai pukulan terhadap infrastruktur ilmiah Iran.
Doutaghi juga menyinggung tewasnya seorang dosen teknik elektro, Dr. Saeed Shamghadri, yang dilaporkan tewas dalam serangan sebelumnya yang menargetkan kediamannya di Teheran utara. Dalam serangan tersebut, dua anggota keluarganya juga dilaporkan meninggal dunia.
Sejumlah pengamat menilai rangkaian serangan terhadap ilmuwan, pusat riset, dan universitas menunjukkan pola tekanan terhadap sektor pengembangan teknologi dan industri dalam negeri Iran. Mereka menilai serangan tersebut berpotensi melemahkan kemampuan riset dan pengembangan teknologi negara tersebut dalam jangka panjang.












