Serangan Beruntun Tanpa Henti! Hizbullah Klaim 35 Operasi Sehari, Israel Dihujani Roket dan Drone

favicon progres.id
tentara israel terluka
Petugas membawa seorang tentara Israel yang terluka akibat serangan Hizbullah (Foto: Telegram)

PROGRES.ID – Ketegangan di perbatasan Lebanon–Israel kembali memuncak setelah Hizbullah mengumumkan puluhan operasi militer dalam satu hari penuh.

Dalam pernyataan resminya pada Selasa (14/4/2026), kelompok tersebut menyebut telah merilis sedikitnya 35 laporan operasi yang menargetkan pergerakan dan posisi militer Israel di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina.

Hizbullah menyatakan bahwa rangkaian serangan ini merupakan respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel serta serangan berulang ke desa-desa di Lebanon selatan. Mereka menegaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah mematuhi penghentian tembak, namun menilai Israel tidak melakukan hal serupa.

Dalam rincian operasi, Hizbullah mengklaim berhasil menembak jatuh drone pengintai Israel jenis Hermes 450 di wilayah udara Lebanon selatan menggunakan rudal darat ke udara. Selain itu, upaya intersepsi terhadap pesawat tempur Israel juga dilaporkan terjadi di wilayah Bekaa Barat.

Serangan lain menyasar kendaraan militer, termasuk kendaraan lapis ringan Humvee, serta berbagai posisi logistik Israel. Hizbullah juga melancarkan serangan roket dan drone ke sejumlah titik konsentrasi pasukan Israel, termasuk di sekitar kota Khiam dan Bint Jbeil.

Target serangan tidak hanya terbatas pada posisi militer, tetapi juga meluas ke berbagai permukiman di Israel utara seperti Kiryat Shmona, Nahariya, dan beberapa wilayah lain yang disebut terkena rentetan roket secara simultan.

Selain itu, fasilitas militer strategis seperti pangkalan dan infrastruktur komunikasi juga dilaporkan menjadi sasaran, termasuk di wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Hizbullah menegaskan bahwa intensitas serangan dilakukan dalam beberapa gelombang sepanjang hari, mulai dari dini hari hingga malam, dengan kombinasi roket, artileri, dan drone tempur.

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyatakan akan terus melanjutkan operasi militer hingga serangan terhadap Lebanon dihentikan. Mereka juga menegaskan komitmen untuk mempertahankan wilayah dan warga sipil dari ancaman yang dianggap semakin meluas.

Eskalasi ini menunjukkan konflik di kawasan perbatasan semakin intens, dengan potensi meluasnya konfrontasi yang dapat berdampak pada stabilitas regional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *