Serangan Tanpa Henti 24 Jam, Milisi Irak Klaim Bombardir Pangkalan AS dengan Puluhan Drone

favicon progres.id
drone ilustrasi
Ilustrasi drone yang siap diluncurkan (Istimewa)

PROGRES.ID – Kelompok Islamic Resistance in Iraq melancarkan serangkaian serangan terhadap lokasi yang disebut sebagai basis militer Amerika Serikat di Irak dan sekitarnya pada Rabu (26/03/2026). Serangan tersebut dilakukan secara intensif dalam kurun waktu 24 jam.

Dalam pernyataan resminya, kelompok tersebut mengklaim telah menjalankan 23 operasi militer hanya dalam satu hari. Serangan disebut melibatkan puluhan drone yang diarahkan ke sejumlah target yang mereka anggap sebagai posisi militer AS di kawasan.

“Kami melaksanakan 23 operasi dalam 24 jam menggunakan puluhan drone untuk menyerang pangkalan musuh di Irak dan wilayah sekitar,” demikian pernyataan mereka.

Kelompok tersebut juga mengklaim pernah menembak jatuh jet tempur F-15 Eagle milik Amerika Serikat dalam operasi sebelumnya. Mereka menegaskan akan terus melancarkan serangan hingga kehadiran militer AS di Irak dihentikan sepenuhnya.

Milisi ini dikenal sebagai kelompok yang memiliki hubungan dengan Iran dan terlibat dalam rangkaian aksi militer sebagai respons terhadap konflik yang memanas sejak serangan besar pada 28 Februari 2026. Dalam beberapa laporan, kelompok ini disebut memiliki kemampuan militer yang cukup besar, termasuk penggunaan rudal dan ribuan drone tempur.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat terkait klaim serangan maupun kerugian yang disebutkan oleh kelompok tersebut. Namun, intensitas serangan yang meningkat menunjukkan bahwa konflik di kawasan masih terus berkembang dan melibatkan berbagai kelompok bersenjata di luar aktor negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *