PROGRES.ID – Sebuah kapal tanker raksasa milik Iran dilaporkan berhasil melewati pengawasan laut Amerika Serikat dan kini bergerak menuju kawasan Indonesia dengan membawa muatan minyak mentah dalam jumlah besar.
Kapal jenis very large crude carrier (VLCC) yang dioperasikan oleh National Iranian Tanker Company itu disebut mengangkut lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah dengan nilai mendekati 220 juta dolar AS atau sekitar Rp3,8 triliun.
Lembaga pemantau pelayaran, TankerTrackers, melaporkan bahwa kapal tersebut berhasil menghindari deteksi Angkatan Laut AS selama pelayarannya menuju kawasan Timur Jauh.
Kapal bernama HUGE itu terakhir terpantau berada di sekitar perairan lepas Sri Lanka lebih dari sepekan lalu. Berdasarkan data terbaru, kapal kini diduga melintasi Selat Lombok dan bergerak ke arah Kepulauan Riau.
Menariknya, sistem identifikasi otomatis (AIS) kapal tersebut dilaporkan tidak aktif sejak 20 Maret, ketika meninggalkan kawasan Selat Malaka, sehingga menyulitkan proses pelacakan secara real-time.
Laporan ini muncul di tengah klaim Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan bahwa blokade terhadap Iran berjalan efektif, termasuk penguasaan jalur strategis di kawasan Teluk.
Namun, sejumlah laporan menyebut masih ada kapal-kapal Iran yang berhasil menembus pembatasan tersebut. Media Iran bahkan mengklaim puluhan kapal, termasuk tanker minyak, mampu melintasi jalur laut dalam waktu singkat meski berada di bawah tekanan.
Di sisi lain, militer AS menyatakan telah menghentikan atau memaksa puluhan kapal terkait Iran untuk berbalik arah sejak kebijakan blokade diberlakukan. Washington juga mengklaim langkah tersebut telah memberikan dampak ekonomi signifikan terhadap ekspor minyak Iran.
Blokade yang dimulai pada pertengahan April itu menjadi bagian dari strategi Amerika Serikat untuk menekan Iran, khususnya di jalur vital energi global seperti Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dan gas dunia.












