Tel Aviv Dibombardir! Balas Kematian Ali Larijani, Rudal Iran Hancurkan Infrastruktur dan Tewaskan Warga

favicon progres.id
rudal sejjil
Rudal Sejjil (Foto: Tasnim News)

PROGRES.ID – Ketegangan antara Iran dan Israel memasuki babak baru yang semakin mematikan. Serangan rudal besar-besaran dilaporkan menghantam wilayah Tel Aviv pada dini hari 18 Maret, sebagai respons atas tewasnya tokoh penting Iran, Ali Larijani.

Serangan Balasan Mematikan

Menurut laporan, Iran meluncurkan gelombang rudal balistik dengan hulu ledak majemuk (cluster munitions) yang menghantam sejumlah titik strategis di Israel. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Ledakan terdengar di berbagai kota, termasuk Tel Aviv, Yerusalem, dan wilayah Israel tengah lainnya. Sirene peringatan meraung sepanjang malam, memaksa warga berlarian mencari perlindungan.

Infrastruktur Lumpuh, Korban Berjatuhan

Salah satu serangan dilaporkan menghantam stasiun kereta pusat di Tel Aviv, menyebabkan kerusakan parah dan menghentikan operasional transportasi. Di kawasan Ramat Gan, rudal menghantam area permukiman, menghancurkan rumah dan menimbulkan korban jiwa.

Sepasang lansia dilaporkan tewas saat mencoba mencapai tempat perlindungan. Sementara itu, serpihan rudal juga menyebabkan luka-luka di kawasan padat penduduk lainnya.

Kebakaran besar dilaporkan terjadi di beberapa titik, termasuk di Petah Tikva, memperparah situasi darurat.

Pertahanan Israel Dipertanyakan

pembangkit listrik israel
Pembangkit listrik Israel akan jadi target rudal dan drone Iran (Foto: Tasnim News)

Serangan ini memicu pertanyaan serius mengenai efektivitas sistem pertahanan udara Israel. Sejumlah rudal dilaporkan berhasil menembus pertahanan dan mencapai target di dalam kota.

Para analis menilai penggunaan hulu ledak cluster oleh Iran bertujuan untuk membanjiri sistem pertahanan dan meningkatkan peluang tembus ke target.

Eskalasi Konflik Kian Dalam

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Israel mengonfirmasi operasi militer yang menewaskan Ali Larijani. Iran sebelumnya telah memperingatkan akan melakukan “balasan langsung” dengan konsekuensi besar.

Di tengah situasi ini, Presiden Donald Trump juga menunjukkan kekhawatiran terhadap potensi eskalasi yang lebih luas, meski tetap menegaskan kekuatan militer AS dalam menghadapi konflik.

Ancaman Perang Lebih Luas

Memasuki pekan ketiga konflik, intensitas serangan dari kedua pihak terus meningkat. Iran kini menunjukkan kemampuan serangan jarak jauh yang semakin canggih, sementara Israel menghadapi tekanan dari serangan yang semakin masif.

Dengan korban yang terus bertambah dan kerusakan infrastruktur yang meluas, dunia kini mengkhawatirkan bahwa konflik ini bisa berkembang menjadi perang regional yang lebih besar dan sulit dikendalikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *