PROGRES.ID – Kawasan dekat Markas Besar Mossad, badan intelijen Israel, diguncang oleh serangan teror mematikan pada Minggu pagi (27/10/2024).
Tragedi ini terjadi di halte bus di Herzliya, berdekatan dengan pangkalan militer Glilot di Tel Aviv. Insiden tersebut menambah ketegangan di wilayah tersebut, terutama karena terjadi hanya sehari setelah Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (26/10/2024).
Rincian Insiden Penabrakan Truk di Herzliya
Dilaporkan oleh The Times of Israel dan disadur oleh Progres.id pada Senin (28/10/2024), tragedi ini bermula saat sebuah truk melaju kencang dan menghantam halte bus, menyebabkan puluhan korban berjatuhan.
Polisi menyatakan bahwa truk tersebut dengan sengaja diarahkan ke arah kerumunan orang di halte, diduga sebagai bagian dari serangan teror.
Pengemudi truk, yang diidentifikasi sebagai Rami Nasrallah, seorang warga Arab-Israel, langsung ditembak oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang berada di lokasi untuk menghentikan aksinya.
Jenazah Nasrallah kemudian dibawa ke Institut Forensik Abu Kabir untuk diautopsi dan investigasi lebih lanjut.
Korban Jiwa dan Dampak Insiden
Tragedi ini menelan korban jiwa, dengan Bezalel Carmi (72), seorang warga sipil Israel, dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, 32 korban lainnya mengalami luka serius dan dalam kondisi kritis akibat serangan brutal tersebut.
Saat ini, para korban tengah mendapat perawatan intensif di rumah sakit setempat, sementara aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan di sekitar lokasi kejadian.
Serangan di Tengah Eskalasi Ketegangan dengan Iran
Serangan ini terjadi tepat setelah Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (26/10), memperkeruh situasi keamanan di wilayah tersebut. Teror yang terjadi di kawasan dekat markas Mossad semakin menambah ketegangan politik dan keamanan, baik di dalam negeri maupun di panggung internasional.
Penjagaan Ketat dan Langkah Antisipatif
Pihak keamanan Israel telah memperketat pengamanan di sekitar Tel Aviv dan kawasan penting lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan serangan susulan.
Insiden ini memicu kekhawatiran publik, terutama karena melibatkan warga Arab-Israel sebagai pelaku dan menargetkan area dengan nilai strategis tinggi di dekat markas intelijen negara.
Kejadian ini kembali menegaskan betapa rapuhnya situasi keamanan di kawasan tersebut. Dengan serangan terbaru ini, hubungan antara Israel dan Iran diprediksi akan semakin memanas, sementara pemerintah Israel akan terus meningkatkan kesiagaan demi melindungi warganya dari ancaman teror berikutnya.












