Trump Ancam Tarik Pasukan dari Eropa Selatan, Ketegangan dengan Sekutu NATO Menguat

Penulis: Progres.id
Editor: Mukhtar Amin
tentara amerika serikat
Tentara Amerika Serikat (Foto: Istimewa)

PROGRES.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi setelah menyatakan kemungkinan menarik pasukan militer AS dari Spanyol dan Italia. Pernyataan tersebut disampaikan saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis, di tengah meningkatnya perbedaan sikap antara Washington dan sejumlah sekutu Eropa terkait konflik Iran.

Trump mengkritik keras kedua negara tersebut. Ia menyebut Italia “tidak banyak membantu” kepentingan AS, sementara Spanyol dinilai “sangat buruk.” Kritik itu muncul setelah Madrid dan Roma dilaporkan menolak penggunaan pangkalan militer mereka oleh pesawat AS yang terlibat dalam operasi terkait perang Iran.

presiden as donald j trump
Presiden AS Donald J Trump (Foto: AFP/Istimewa)

Pernyataan tersebut menambah daftar ketegangan Trump dengan negara-negara sekutu NATO. Sebelumnya, ia juga melontarkan ancaman serupa terhadap Jerman yang dipimpin Kanselir Friedrich Merz. Ketiga negara Eropa itu diketahui bersikap kritis terhadap keterlibatan AS dan Israel dalam konflik dengan Iran.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez selama ini menempatkan dirinya sebagai penyeimbang kebijakan Trump di Eropa. Sementara itu, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni—yang sebelumnya dikenal sebagai sekutu dekat Trump—belakangan terlihat menjaga jarak, diduga untuk mempertahankan stabilitas politik domestik menjelang pemilu 2027.

Dari Berlin, Merz bahkan menilai Amerika Serikat tengah menghadapi tekanan serius dalam konflik Timur Tengah, menyebut posisi Washington “dipermalukan” oleh Iran.

Menanggapi wacana penarikan pasukan, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengaku tidak memahami alasan di balik langkah tersebut. Ia menilai tidak ada dasar kuat untuk mengurangi kehadiran militer AS di negaranya.

Saat ini, sekitar 12.000 personel militer AS ditempatkan di Italia, sementara Jerman menjadi tuan rumah terbesar dengan lebih dari 36.000 pasukan. Di Spanyol, jumlah pasukan AS mencapai sekitar 3.800 personel berdasarkan data Pentagon.

Berbeda dengan Italia dan Spanyol, Jerman masih mengizinkan penggunaan Pangkalan Udara Ramstein untuk mendukung operasi militer AS, termasuk yang berkaitan dengan konflik Iran. Pangkalan tersebut merupakan salah satu aset strategis penting bagi proyeksi kekuatan militer AS di Eropa dan Timur Tengah.

Meski demikian, pejabat pertahanan AS menyebut belum ada rencana konkret untuk menarik pasukan dalam waktu dekat. Namun, mereka menegaskan bahwa pernyataan Trump tetap menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya yang bisa melemahkan posisi strategis AS sekaligus hubungan dengan sekutu NATO.

Jika benar direalisasikan, penarikan pasukan dari Eropa diperkirakan akan memakan biaya besar dan waktu bertahun-tahun, serta berpotensi mengurangi kemampuan militer AS dalam merespons konflik global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *