Trump Diam-Diam Dorong Damai, Iran Klaim Tembak Jet Tempur AS dan Tolak Proposal Perdamaian

favicon progres.id
ilustrasi trump netanyahu vs mojtaba khamenei
Ilustrasi perang Amerika Serikat-Israel vs Iran (Grok)

PROGRES.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat meski upaya diplomasi dikabarkan masih berlangsung di balik layar. Presiden AS Donald Trump disebut tetap mendorong kesepakatan damai, di tengah klaim serangan balasan Iran terhadap aset militer Washington.

Iran Klaim Serang Jet Tempur AS

Media Iran melaporkan bahwa pasukan elitnya berhasil menargetkan jet tempur canggih milik Amerika Serikat, termasuk pesawat F-35 Lightning II dan F/A-18 Hornet.

Sebuah laporan menyebut F-35 mengalami kerusakan serius akibat serangan rudal darat-ke-udara dan terpaksa melakukan pendaratan darurat. Pilot dilaporkan mengalami luka akibat serpihan, meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer AS.

Selain itu, Iran mengklaim telah menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk, serta menimbulkan kerusakan pada beberapa pesawat tempur lainnya.

Teknologi Deteksi Jadi Sorotan

Menurut laporan media pemerintah Iran, sistem pertahanan udara mereka disebut mampu mendeteksi pesawat siluman menggunakan sensor inframerah berbasis panas.

Teknologi ini diklaim mampu menembus kemampuan siluman F-35 yang selama ini mengandalkan pelapisan khusus untuk menghindari radar.

Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Kerugian Militer AS Bertambah

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah insiden melibatkan militer AS dilaporkan terjadi, termasuk jatuhnya pesawat F-15 Eagle di Kuwait yang disebut akibat salah tembak, serta kecelakaan pesawat tanker KC-135 Stratotanker di Irak yang menewaskan seluruh awak.

Pemerintah AS juga mengonfirmasi adanya korban jiwa di pihak militernya, meski jumlah pasti tidak dirinci secara terbuka.

Iran Tolak Proposal Perdamaian

Di sisi diplomatik, Iran dilaporkan menolak proposal perdamaian yang diajukan pemerintahan Trump melalui jalur tidak langsung, termasuk perantara seperti Pakistan dan Turki.

Sebagai gantinya, Teheran mengajukan sejumlah tuntutan, antara lain penghentian total serangan, jaminan tidak adanya agresi lanjutan, kompensasi atas kerusakan infrastruktur, serta kontrol penuh atas Selat Hormuz.

Pihak Gedung Putih belum mengonfirmasi secara rinci isi proposal tersebut, namun menyatakan bahwa negosiasi masih berlangsung.

AS Klaim Unggul di Medan Tempur

Di tengah situasi tersebut, pemerintah AS menyatakan operasi militernya berjalan sukses. Dalam keterangan resmi, Washington mengklaim telah menghantam ribuan target dan melemahkan kemampuan militer Iran secara signifikan.

Pejabat Gedung Putih menyebut serangan rudal dan drone Iran menurun drastis, sementara kekuatan angkatan lautnya juga mengalami kerugian besar.

Ketidakpastian Masih Tinggi

Meski kedua pihak saling mengklaim keunggulan, konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga minggu ini masih jauh dari kata selesai. Upaya diplomasi terus berjalan, namun di saat yang sama eskalasi militer belum menunjukkan tanda mereda.

Sejumlah klaim dari kedua belah pihak, termasuk terkait kerusakan militer dan hasil negosiasi, hingga kini masih sulit diverifikasi secara independen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *