PROGRES.ID – Warga Israel dilaporkan kini hanya memiliki waktu sekitar 16 detik untuk mencari perlindungan setelah sirene peringatan serangan berbunyi. Waktu yang semakin singkat ini disebut terjadi setelah sejumlah sistem radar di kawasan Timur Tengah dan wilayah Israel mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran.
Dalam beberapa kejadian, rudal Iran bahkan dilaporkan mencapai wilayah Israel tanpa didahului peringatan sirene. Kondisi ini berbeda dengan situasi pada awal konflik, ketika sistem pertahanan Israel masih mampu mendeteksi peluncuran rudal lebih awal dan membunyikan sirene antara 7 hingga 10 menit sebelum rudal mencapai target.
Israel sebelumnya mengandalkan sistem pertahanan udara berlapis seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow missile defense system untuk mencegat berbagai jenis rudal. Namun, sistem tersebut dilaporkan semakin kesulitan menghadapi rudal berkecepatan tinggi, termasuk rudal hipersonik yang digunakan Iran serta serangan rudal dari kelompok Hizbullah.
Sejumlah serangan dilaporkan menyebabkan kerusakan pada fasilitas militer, bangunan strategis, hingga permukiman warga. Situasi ini menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap sistem pertahanan Israel seiring intensitas serangan yang terus berlanjut.
Di tengah eskalasi konflik, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan tengah mengupayakan gencatan senjata dengan mengajukan proposal kepada Iran. Namun, Iran menyatakan belum bersedia menerima usulan gencatan senjata tersebut dan menegaskan operasi militernya masih akan terus berlanjut.












