Wall Street Journal: Trump Tak Menduga Konflik Iran Memburuk, Inflasi dan Harga BBM AS Ikut Terdampak

favicon progres.id
donald trump muka melas
Donald J Trump (Foto: Axios)

PROGRES.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menegaskan bahwa krisis dengan Iran masih berada dalam kendali pemerintahannya. Namun, laporan media Amerika mengungkap bahwa perkembangan situasi di lapangan jauh lebih buruk dari yang sebelumnya diperkirakan oleh Gedung Putih.

Menurut laporan harian bisnis terkemuka, The Wall Street Journal, sejumlah sumber di Amerika Serikat menyebut Trump tidak memperkirakan gencatan senjata yang telah bertahan selama berbulan-bulan akan runtuh dalam waktu singkat.

Sumber-sumber tersebut juga menyatakan bahwa pemerintahan Trump tidak menduga Iran akan mampu melancarkan serangan rudal dan drone dalam skala besar tanpa banyak hambatan setelah pecahnya kembali konflik.

Selain dampak militer, memburuknya situasi keamanan disebut mulai memberikan tekanan terhadap perekonomian Amerika Serikat. Laporan itu menyebut tingkat inflasi melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir, sementara harga bahan bakar mengalami kenaikan signifikan.

Kenaikan harga energi tersebut dinilai menggerus manfaat yang sebelumnya dirasakan pekerja Amerika dari peningkatan upah dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, Trump tetap mempertahankan sikap optimistis dengan menyatakan bahwa situasi masih berada di bawah kendali. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dampak konflik berkepanjangan terhadap stabilitas ekonomi global dan pasokan energi internasional.

Para analis menilai perkembangan terbaru menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini tidak hanya menjadi isu keamanan regional, tetapi juga mulai memberikan konsekuensi langsung terhadap kondisi ekonomi domestik Amerika Serikat.

Jika konflik terus berlanjut dan jalur-jalur energi strategis terganggu, tekanan terhadap harga minyak, inflasi, dan biaya hidup masyarakat diperkirakan dapat semakin meningkat dalam beberapa bulan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *