PROGRES.ID – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa perkembangan situasi di Lebanon serta sikap tegas yang ditunjukkan angkatan bersenjata Iran turut berkontribusi dalam mendorong kemajuan negosiasi antara Teheran dan Washington.
Dalam keterangannya, Gharibabadi mengatakan sejumlah peristiwa yang terjadi di Lebanon, ditambah pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh militer Iran, membantu membuka ruang bagi perubahan pada beberapa poin yang sebelumnya diupayakan Teheran dalam perundingan.
Menurutnya, faktor-faktor tersebut berperan dalam mempercepat proses negosiasi dan membantu kedua pihak bergerak lebih dekat menuju penyelesaian sejumlah isu yang masih menjadi perdebatan.
“Kejadian di Lebanon dan pernyataan yang dikeluarkan angkatan bersenjata membantu terlaksananya beberapa perubahan yang kami upayakan dalam kesepakatan dan mendorong proses perundingan ke depan,” ujar Gharibabadi.
Ia juga menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siap untuk memberikan respons yang tegas apabila diperlukan. Kesiapan militer tersebut, kata dia, menjadi salah satu elemen yang diperhitungkan selama proses diplomasi berlangsung.
Selain itu, Gharibabadi menyoroti sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menurutnya sempat mengkritik tindakan Israel di tengah perkembangan terbaru kawasan.
Di saat yang sama, ia menyebut Hizbullah telah memberikan respons yang kuat terhadap apa yang disebutnya sebagai tindakan teror yang dilakukan oleh Israel.
Lebih lanjut, Gharibabadi menilai demonstrasi kekuatan militer dan berbagai peringatan yang disampaikan selama periode negosiasi memberikan dampak nyata terhadap penyusunan naskah akhir kesepakatan.
Menurutnya, faktor tersebut membantu menyelesaikan sejumlah persoalan yang sebelumnya masih menggantung dan belum menemukan titik temu menjelang finalisasi dokumen.
“Peragaan kekuatan militer dan berbagai ancaman yang disampaikan turut membantu proses penyelesaian teks akhir serta memajukan penyelesaian sejumlah isu yang sebelumnya masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap perkembangan hubungan Iran dan Amerika Serikat setelah kedua negara dilaporkan berhasil menyelesaikan naskah nota kesepahaman yang dijadwalkan ditandatangani dalam waktu dekat. Sejumlah pihak menilai kesepakatan tersebut dapat menjadi langkah penting dalam meredakan ketegangan yang selama ini membayangi kawasan Timur Tengah.












