PROGRES.ID – Sejumlah warga di Iran terlihat mengumpulkan puing-puing pesawat tempur yang diduga berasal dari jet militer Amerika Serikat dan Israel. Dalam foto terbaru yang beredar, serpihan pesawat tersebut diangkut menggunakan gerobak dorong oleh warga di lokasi kejadian.
Belum ada kepastian mengenai tujuan pengumpulan puing-puing tersebut. Sejumlah pihak menduga material itu akan diserahkan kepada otoritas militer, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sementara kemungkinan lain menyebutkan puing tersebut dapat dimanfaatkan langsung oleh warga.
Dalam dua hari terakhir, Iran mengklaim berhasil menjatuhkan sejumlah aset udara lawan. Pada Jumat (3/4/2026), militer Iran menyebut telah menembak jatuh dua jet tempur, masing-masing jenis F-15E Strike Eagle dan F-35 Lightning II. Selain itu, satu pesawat serang A-10 Thunderbolt II juga dilaporkan berhasil dilumpuhkan.
Tak hanya pesawat berawak, sistem pertahanan Iran juga diklaim menembak jatuh sedikitnya enam drone, termasuk tipe Hermes dan MQ-9 Reaper yang dioperasikan oleh koalisi AS-Israel.
Sehari kemudian, Sabtu (4/4/2026), Iran kembali mengklaim keberhasilan menembak jatuh satu jet tempur lain yang diduga merupakan F-16 Fighting Falcon.
Hingga kini, pihak Amerika Serikat maupun Israel juga belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan kehilangan sejumlah pesawat tersebut. Meski demikian, upaya pencarian pilot yang diduga masih hidup usai melontarkan diri sudah dilakukan, meski gagal karena helikopter Black Hawk milik AS sempat ditembaki setelah sempat berhasil masuk wilayah Iran.
Pengamat menilai, jika eskalasi konflik terus berlanjut, kerugian pada aset udara berteknologi tinggi berpotensi meningkat. Iran sendiri menyatakan sistem pertahanannya mampu menghadapi berbagai jenis pesawat, termasuk jet tempur siluman seperti F-35 Lightning II.










