PROGRES.ID – Pemerintah Yaman memperingatkan bahwa kelanjutan agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berpotensi memicu kekacauan besar yang menyeret kawasan TimTur Tengah hingga dunia ke dalam konflik lebih luas.
Wakil Menteri Luar Negeri Yaman, Abdulwahid Abu Ras, menegaskan dukungan penuh negaranya terhadap Iran melalui surat yang dikirim kepada Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Dalam surat tersebut, Abu Ras mengecam keras serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran. Ia menyebut aksi tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Iran, sekaligus bertentangan dengan hukum serta perjanjian internasional.
Menurutnya, konflik yang terus berlanjut dapat mengancam stabilitas keamanan regional maupun global. Selain itu, perang juga disebut berdampak serius terhadap ekonomi dunia dan harga energi internasional.
“Jika agresi ini terus berlangsung, kawasan dan dunia akan terseret ke dalam perang yang konsekuensinya akan dirasakan semua pihak,” tegas Abu Ras.
Ia juga menyerukan negara-negara Islam untuk bersatu menghadapi agresi tersebut serta menggagalkan apa yang disebutnya sebagai rencana Zionis. Di sisi lain, Yaman menyambut baik berbagai upaya diplomatik sejumlah negara yang mencoba meredakan krisis.
Dalam pernyataannya, Abu Ras turut memuji ketahanan dan persatuan nasional rakyat Iran di tengah situasi konflik. Ia kembali menegaskan solidaritas penuh Yaman terhadap Republik Islam Iran dalam menghadapi tekanan militer dari AS dan Israel.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan itu dilaporkan menargetkan fasilitas nuklir, sekolah, hingga rumah sakit di Iran.
Iran kemudian membalas melalui Operasi True Promise 4 dengan meluncurkan 100 gelombang serangan balasan.
Saat ini gencatan senjata yang dimediasi Pakistan disebut masih berlangsung meski situasi tetap rapuh. Di sisi lain, blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran dilaporkan masih berjalan dan pembicaraan damai belum menunjukkan perkembangan berarti.
Yaman sendiri selama ini dikenal sebagai bagian penting dari poros perlawanan di kawasan Timur Tengah. Negara itu beberapa kali meluncurkan serangan rudal dan drone ke target Israel serta kapal perang AS di Laut Merah sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina dan Iran.












