Yaman Peringatkan Negara Arab Jangan Jadi “Alat Zionis”, Tegaskan Dukungan untuk Iran

favicon progres.id
ketua dewan tertinggi mahdi al mashat
Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat (Foto: Istimewa)

PROGRES.ID – Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat, menegaskan dukungan penuh negaranya kepada Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia juga memperingatkan negara-negara Arab agar tidak terlibat atau dimanfaatkan dalam apa yang disebutnya sebagai konspirasi Zionis terhadap Iran.

Dalam pernyataannya pada Rabu, al-Mashat menegaskan bahwa Yaman mendukung hak Iran untuk mempertahankan diri dan menghadapi pihak yang menyerang. Ia menyebut serangan militer terhadap Iran tidak lepas dari ambisi geopolitik Israel di kawasan.

Ia juga menyampaikan pesan kepada negara-negara Arab dan negara mayoritas Muslim agar tidak membantu rencana yang merugikan Iran. Menurutnya, jika tidak dapat membantu menghentikan konflik, negara-negara tersebut diminta untuk tidak ikut memperburuk situasi.

Serangan militer terhadap Iran sendiri dimulai pada 28 Februari melalui serangan udara yang menewaskan sejumlah pejabat senior dan komandan militer Iran. Sejak itu, Iran melancarkan serangan balasan hampir setiap hari menggunakan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika di kawasan.

Sementara itu, biro politik Ansarullah juga menyampaikan ucapan selamat kepada Iran atas operasi balasan yang dilakukan terhadap Israel dan Amerika Serikat. Kelompok tersebut menilai serangan terhadap Iran bertujuan memperkuat dominasi Israel di kawasan Timur Tengah.

Ansarullah juga menyatakan bahwa Iran saat ini tidak hanya berperang untuk mempertahankan negaranya, tetapi juga untuk kawasan dan dunia Islam secara luas. Kelompok tersebut menegaskan bahwa perlawanan menjadi satu-satunya pilihan dalam menghadapi tekanan militer yang terjadi.

Laporan lain menyebutkan bahwa Ansarullah dalam kondisi siaga penuh dan siap terlibat langsung dalam konflik untuk membantu Iran. Kelompok tersebut juga disebut siap menggunakan kendali atas Selat Bab el-Mandeb sebagai salah satu bentuk tekanan terhadap pihak lawan jika konflik semakin meluas.

Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden, serta menjadi salah satu rute perdagangan dan energi paling penting di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *