PROGRES.ID – Setelah selesai menjalani masa haid, setiap Muslimah wajib melaksanakan mandi wajib atau mandi besar sebelum dapat kembali melakukan ibadah seperti shalat dan puasa.
Mandi ini bertujuan untuk mensucikan diri dari hadats besar dan mengembalikan kesucian jiwa dan raga.
Bagaimana cara melaksanakan mandi wajib setelah haid agar sah menurut syariat? Yuk, simak panduan berikut ini untuk memastikan Anda melakukannya dengan benar dan sempurna!
Dalil Mandi Wajib dalam Al-Quran dan Hadits
Berikut adalah dalil yang mendasari kewajiban mandi wajib dalam ajaran Islam:
Surat Al-Maidah Ayat 6
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub, maka mandilah.”
Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim
“Mandi itu wajib atas setiap orang yang mengalami hadats besar,” termasuk setelah haid, nifas, bersetubuh, atau menyentuh jenazah.
Hadits Riwayat Muslim
“Mandi Jumat itu wajib atas setiap orang yang baligh, berakal, dan tidak sakit.”
Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Haid
Sebelum memulai mandi wajib, niat harus dibaca dalam hati untuk menghilangkan hadats besar. Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla lifraf il hadatsil akbari minal haidil lillahi ta’ala
Artinya: “Saya berniat mandi wajib untuk mensucikan hadats besar dari haid karena Allah Ta’ala.”
Rukun Mandi Wajib agar Sah
Terdapat tiga rukun utama dalam mandi wajib:
- Niat untuk mensucikan diri dari hadats besar.
- Mengalirkan air ke seluruh tubuh, termasuk kepala dan rambut hingga ke pangkal.
- Menghilangkan najis yang menempel di tubuh.
Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar
Agar mandi wajib sah dan sempurna, berikut langkah-langkah yang perlu diikuti:
- Membaca niat dalam hati untuk menghilangkan hadats besar.
- Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan bagian tersembunyi seperti kemaluan, bawah ketiak, dan pusar dengan tangan kiri.
- Mencuci tangan menggunakan sabun atau tanah setelah membersihkan kotoran.
- Berwudhu seperti halnya sebelum shalat.
- Menyela pangkal rambut dengan jari-jari yang telah dibasahi air hingga menyentuh kulit kepala.
- Membasuh seluruh tubuh dengan air, mulai dari sisi kanan, lalu ke sisi kiri.
- Membersihkan lipatan kulit dan area tersembunyi dengan air agar tidak ada bagian yang terlewat.
- Doa Setelah Mandi Wajib
Setelah mandi, dianjurkan membaca doa berikut:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan selalu mensucikan diri.”
Sunnah-Sunnah Mandi Wajib untuk Kesempurnaan Ibadah
Agar mandi wajib lebih sempurna, berikut beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan:
- Menghadap kiblat saat mandi.
- Membaca basmalah dan niat dalam hati.
- Membasuh kedua telapak tangan terlebih dahulu.
- Membersihkan kotoran di tubuh dengan seksama.
- Berwudhu sebelum mandi.
- Meratakan air pada seluruh bagian tubuh, termasuk lipatan kulit.
- Menyela rambut hingga ke pangkal sebanyak tiga kali.
- Tertib dalam melaksanakan urutan mandi.
- Mengulang proses mandi tiga kali agar lebih sempurna.
- Menggosok tubuh dengan lembut untuk memastikan kebersihan.
- Membasuh aurat dengan hati-hati.
Kesimpulan
Mandi wajib setelah haid bukan hanya sekadar memenuhi syarat sah ibadah, tetapi juga menjadi bentuk kebersihan diri dan kepatuhan kepada Allah SWT. Dengan mengikuti rukun dan sunnah-sunnahnya, Anda bisa meraih kesucian fisik sekaligus spiritual. Semoga panduan ini bermanfaat dan memudahkan Anda dalam melaksanakan mandi wajib dengan benar.












