PROGRES.ID — Kejutan besar terjadi di Carabao Cup 2026/2027. Arsenal harus mengakhiri perjalanan di kompetisi tersebut setelah disingkirkan Fleetwood Town, klub kasta keempat Liga Inggris, melalui adu penalti dengan skor 3-5 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 90 menit.

Pertandingan babak keempat yang berlangsung di Highbury Stadium, Selasa (27/10/2026) malam waktu setempat, menjadi malam bersejarah bagi Fleetwood. Klub yang berkompetisi di League Two itu berhasil menyingkirkan Arsenal, juara bertahan Premier League, meskipun terpaut 84 posisi dalam piramida kompetisi sepak bola Inggris.

Kemenangan tersebut mengantarkan Fleetwood ke perempat final Carabao Cup untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Sebaliknya, Arsenal harus menerima kenyataan pahit setelah gagal memanfaatkan dominasi permainan dan sejumlah peluang untuk memastikan kemenangan sebelum pertandingan ditentukan melalui adu penalti.

Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam perjalanan Carabao Cup musim ini. Fleetwood tidak hanya mampu mengimbangi tim papan atas Inggris, tetapi juga menunjukkan ketangguhan mental ketika harus menghadapi tekanan dalam pertandingan penentuan.

Fleetwood unggul lebih dahulu lewat Aaron Loupalo-Bi

Fleetwood Town tampil berani sejak awal pertandingan. Meski menghadapi Arsenal yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman, tuan rumah mampu memanfaatkan peluang untuk membuka keunggulan pada menit ke-21.

Aaron Loupalo-Bi menjadi pencetak gol pertama setelah berhasil melewati tekanan bek Arsenal dan melepaskan tembakan dari sudut sempit yang tidak mampu dihentikan kiper Illan Meslier. Gol tersebut membuat pendukung tuan rumah bergemuruh dan meningkatkan kepercayaan diri para pemain Fleetwood.

Arsenal mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Mikel Arteta bahkan memasukkan Martin Odegaard pada babak kedua untuk menambah kreativitas di lini tengah. Namun, pertahanan Fleetwood tetap disiplin dan tidak memberikan banyak ruang bagi para penyerang tim tamu.

Pertandingan juga sempat terhenti selama sekitar tujuh hingga delapan menit pada awal laga setelah sebuah drone terlihat melayang di atas stadion. Setelah situasi dinyatakan aman, pertandingan kembali dilanjutkan.

Viktor Gyokeres menyamakan kedudukan

Arsenal akhirnya berhasil menyamakan skor lima menit setelah babak kedua dimulai. Viktor Gyokeres mencetak gol pada menit ke-50 setelah menerima bola di area belakang pertahanan Fleetwood dan menyelesaikan peluang dari jarak dekat.

Gol tersebut menjadi gol pertama Gyokeres bagi Arsenal pada musim ini, menurut laporan Sky Sports dan English Football League (EFL).

Setelah skor berubah menjadi 1-1, Arsenal berusaha mencari gol kemenangan. Sejumlah pemain inti dimasukkan untuk memperkuat serangan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat mereka gagal menambah gol.

Fleetwood justru menunjukkan ketahanan luar biasa. Kiper Jay Lynch tampil menonjol dengan menggagalkan beberapa peluang Arsenal, termasuk kesempatan yang diperoleh Ben White dan Odegaard pada menit-menit akhir.

Hingga waktu normal berakhir, skor tetap 1-1 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Max Dowman mendapat kartu merah

Kesulitan Arsenal bertambah menjelang akhir pertandingan ketika pemain muda Max Dowman diusir wasit pada menit ke-85 setelah insiden dengan Harrison Neal.

Keputusan tersebut membuat Arsenal harus menghadapi sisa pertandingan dengan 10 pemain. Insiden itu juga menjadi salah satu momen yang banyak dibicarakan setelah laga, terutama karena Dowman masih berusia 16 tahun.

Arteta tampak kecewa ketika Dowman meninggalkan lapangan. Namun, perhatian kemudian beralih ke adu penalti, ketika kedua tim harus menentukan siapa yang berhak melanjutkan perjalanan di kompetisi piala tersebut.

Jay Lynch menjadi pahlawan dalam adu penalti

Dalam adu penalti, para pemain Fleetwood tampil sempurna dengan mengonversi kelima kesempatan mereka. Arsenal sebenarnya masih memiliki peluang, tetapi kegagalan Bruno Guimaraes menjadi titik balik penentuan hasil.

Lynch berhasil membaca arah tendangan Guimaraes dan menggagalkannya. Setelah itu, Conor Haughey maju sebagai penendang penentu dan sukses menuntaskan tugasnya.

Keberhasilan tersebut memicu perayaan besar di Highbury Stadium. Bagi Fleetwood, kemenangan atas klub sebesar Arsenal bukan hanya membawa mereka ke babak berikutnya, tetapi juga menjadi pencapaian yang berpotensi dikenang sebagai salah satu malam paling penting dalam sejarah klub.

Arsenal tersingkir, Fleetwood melaju ke perempat final

Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Arsenal. Meski menurunkan sejumlah pemain utama dan memasukkan tenaga tambahan pada babak kedua, tim asuhan Arteta gagal memaksimalkan peluang untuk menghindari adu penalti.

Di sisi lain, Fleetwood membuktikan bahwa perbedaan kualitas di atas kertas tidak selalu menentukan hasil pertandingan. Organisasi pertahanan, kerja keras, dukungan suporter, dan penampilan gemilang Lynch menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka.

Menurut laporan resmi EFL, Fleetwood yang berada 84 posisi di bawah Arsenal dalam piramida sepak bola Inggris kini memastikan tempat di perempat final Carabao Cup untuk pertama kalinya. Lawan mereka di babak berikutnya akan ditentukan melalui undian.

The English Football League

Bagi Arsenal, fokus kini harus segera beralih ke kompetisi berikutnya. The Gunners dijadwalkan menghadapi Liverpool di Premier League pada 1 November 2026, sehingga Arteta perlu memastikan kekalahan ini tidak mengganggu persiapan tim menghadapi pertandingan penting tersebut.