PROGRES.ID – Portland Trail Blazers berhasil menghentikan laju kemenangan Los Angeles Lakers setelah menang dengan skor 136-129 dalam lanjutan NBA 2026/2027, Selasa malam waktu Amerika Serikat atau Rabu (28/10/2026) WIB. Pertandingan berlangsung sengit dengan produktivitas serangan tinggi dari kedua tim hingga kuarter keempat.
Bermain di kandang Lakers, Crypto.com Arena, Portland tampil efektif pada momen-momen krusial. Meski Luka Doncic mengemas 41 poin untuk Los Angeles, Trail Blazers mampu mengamankan kemenangan melalui kontribusi merata para pemain dan tembakan penting Damian Lillard pada penghujung laga.
Hasil ini menjadi kekalahan pertama Lakers pada musim reguler 2026/2027 setelah sebelumnya membuka kompetisi dengan tiga kemenangan beruntun. Sebaliknya, Portland memperpanjang awal musim positifnya dengan catatan tiga kemenangan tanpa kekalahan.
Trail Blazers vs. Lakers
- Trail Blazers 136 vs 129 Lakers
Luka Doncic tampil gemilang, tetapi Lakers tetap kalah
Doncic menjadi pencetak angka terbanyak bagi Lakers dengan torehan 41 poin dan sembilan assist. Ia langsung tampil agresif sejak kuarter pertama dan menjadi motor utama serangan Los Angeles.
Austin Reaves juga memberikan kontribusi besar dengan mencetak 26 poin, empat rebound, dan tujuh assist. Namun, penampilan produktif kedua pemain tersebut belum cukup untuk menghindarkan Lakers dari kekalahan.
Los Angeles sempat menjaga keunggulan dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Akan tetapi, tekanan Portland pada kuarter terakhir membuat tuan rumah kehilangan momentum, terutama ketika pertahanan mereka kesulitan membendung serangan dari berbagai sisi.
Damian Lillard dan Deni Avdija menjadi kunci kemenangan Portland
Portland tidak bergantung pada satu pemain saja. Deni Avdija dan Ja Morant masing-masing mencetak 23 poin, sedangkan Jrue Holiday menyumbangkan 22 poin. Lillard menambahkan 21 poin untuk membantu tim tamu mengamankan kemenangan.
Momen penting terjadi ketika Lillard melesakkan tembakan tiga angka pada sekitar 43 detik terakhir. Tembakan tersebut membantu Portland mempertahankan keunggulan di tengah upaya Lakers mengejar ketertinggalan.
Efektivitas serangan Portland menjadi pembeda. Trail Blazers mampu memanfaatkan peluang pada fase akhir pertandingan, sementara Lakers gagal mengonversi sejumlah kesempatan untuk kembali mendekat.
Statistik pemain Lakers vs Trail Blazers
|
Pemain |
Tim |
Poin |
|---|---|---|
| Luka Doncic | Lakers |
41 |
| Austin Reaves | Lakers |
26 |
| Deni Avdija | Trail Blazers |
23 |
| Ja Morant | Trail Blazers |
23 |
| Jrue Holiday | Trail Blazers |
22 |
| Damian Lillard | Trail Blazers |
21 |
Data tersebut menunjukkan perbedaan pendekatan kedua tim. Lakers banyak mengandalkan produksi Doncic dan Reaves, sedangkan Portland mendapatkan sumbangan angka signifikan dari empat pemain yang masing-masing mencetak setidaknya 21 poin.
Keseimbangan serangan itu membantu Trail Blazers menjaga produktivitas hingga menit-menit akhir.
Kekalahan pertama Lakers pada musim ini
Sebelum menghadapi Portland, Lakers mencatat tiga kemenangan beruntun, termasuk kemenangan 132-123 atas Utah Jazz ketika Doncic membukukan 52 poin, 10 assist, dan delapan rebound. Namun, performa tersebut tidak berlanjut menjadi kemenangan keempat setelah Portland tampil lebih efektif dalam duel kali ini.
Bagi Lakers, hasil ini menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan para pemain, terutama dalam menjaga pertahanan ketika menghadapi lawan yang mampu mencetak angka secara konsisten.
Portland sendiri memperoleh dorongan kepercayaan diri berkat kemenangan tandang tersebut. Hasil ini juga memperlihatkan bahwa Trail Blazers memiliki kedalaman skuad yang mampu membantu mereka bersaing pada awal musim.
Jadwal Lakers berikutnya
Lakers dijadwalkan menghadapi rival sekota, LA Clippers, pada Rabu, 28 Oktober waktu Amerika Serikat atau Kamis, 29 Oktober WIB. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Los Angeles untuk kembali ke jalur kemenangan.
Sementara itu, Portland akan menjamu Memphis Grizzlies pada Kamis, 29 Oktober waktu setempat. Trail Blazers berpeluang melanjutkan tren positif jika mampu mempertahankan efektivitas serangan seperti saat mengalahkan Lakers.

Komentar