pubmatic.com, 157566 , DIRECT, 5d62403b186f2ace

Tapi Kopi Seduh Sendiri dan Diseduh Barista Bisa Beda ya Rasanya?

Tim Redaksi
Bencoolen Coffee
Bartender Bencoolen Coffee sedang meracik kopi khas Bengkulu (Foto: Dok. Hendri/Progres.ID)

PROGRES.ID – Menikmati kopi di cafe-cafe yang disajikan oleh barista memiliki cita rasa sendiri. Terkadang, meski kita punya bubuk kopi yang sama dengan yang disajikan barista, namun rasanya akan berbeda dengan hasil seduhan kita di rumah.

Kok bisa begitu ya?

Barista tak hanya mampu memadukan variabel kehangatan air, bubuk kopi dan alat-alat lainnya. Barista juga telah belajar bagaimana menyajikan kopi yang nikmat. Meski, terkadang menyebut kopi nikmat itu berbeda-beda oleh lidah setiap orang, kecuali penikmat kopi sejati.

Mengutip tulisan OttenCoffee.co.id, barista bisa menemukan keunikan seduhan kopi karena latihan yang cukup lama. Jika ada permasalahan pada sajian kopi yang mereka buat, barista akan menelusuri banyak variabel, dari mulai variabel suhu, senyawa air yang terkandung, distribusi ukuran partikel, rasio air terhadap kopi, waktu dan mungkin yang paling penting, kualitas green bean. Karena semuanya memainkan peran penting dalam menciptakan secangkir kopi yang nikmat.

Kompas.com pada artikel berjudul ‘Apakah Benar Cara Seduh Kopi Akan Pengaruhi Rasa?’ ada William Heuw, owner Kopi Kangen yang mengatakan setiap teknik seduh dapat memengaruhi rasa kopi yang dihasilkan.

Jika kamu menyeduh kopi dengan cara manual brew pasti akan menghasilkan rasa kopi yang berbeda dengan kopi yang diseduh dengan mesin espresso.

“Kalau pakai mesin espresso rasanya rata-rata sama karena sudah ada pengaturannya. Kalau manual brew kan misalnya mau pakai air suhu berapa, metode mau seperti apa, mau ditarik sampai berapa menit,” kata William, Kamis (4/6/2020).

Nah, dari situ kita bisa tahu, mengapa sajian kopi seduh yang kita buat di rumah akan memiliki cita rasa berbeda dengan kopi seduh barista.

Kopi Tubruk dan Kopi Barista

Tak semua orang bisa menikmati kopi barista. Orang-orang di kampung misalnya, mereka lebih suka menikmati kopi tubruk yang banyak ampas. Itu karena soal kebiasaan. Bahkan mereka terkadang merasa aneh ketika menikmati kopi tanpa ampas.

Bagi penikmati kopi, tentu saja minum kopi dengan gula yang banyak atau kopi dengan banyak ampas belum bisa disebut kopi nikmat. Kopi yang diseduh haruslah melalui tahapan penyajian yang dilakukan barista.

Itulah dinamika kopi. Nikmati itu memang berbeda cara dan berbeda rasa. Tidak semua apa yang kita rasakan enak, enak pula bagi semua orang.

Salam kopi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.