Dokumen Bocor Ungkap Iran Borong 48 Jet Tempur Su-35 dari Rusia Senilai Rp107 Triliun

favicon progres.id
sukhoi su 35
Sukhoi Su-35 (Wikipedia)

PROGRES.ID – Sebuah kebocoran dokumen mengejutkan dari perusahaan pertahanan Rusia, Concern Radio-Electronic Technologies (KRET) — anak perusahaan utama dari konglomerat milik negara Rostec Corporation — mengungkap rencana besar Iran untuk membeli 48 jet tempur Su-35 senilai sekitar US$6,5 miliar (sekitar Rp107 triliun).

Dokumen rahasia ini muncul di media sosial pada awal Oktober 2025. File tersebut berisi rincian ekspor peralatan perang elektronik (Electronic Warfare/EW) dan sistem frekuensi radio (RF) yang ditujukan untuk armada Su-35 milik Iran.

Bocoran ini sekaligus mengonfirmasi rumor lama bahwa Teheran dan Moskow telah menandatangani kesepakatan besar yang dapat mengubah kekuatan udara Iran, dari yang sebelumnya ketinggalan zaman menjadi salah satu yang paling kuat di kawasan Timur Tengah.

Detil Kesepakatan dan Nilai Proyek

Menurut dokumen tersebut, 48 jet Su-35 yang dipesan Iran akan dilengkapi dengan sistem avionik dan perang elektronik canggih buatan KRET. Nilai komponen dari KRET saja mencapai €588 juta, yang berarti nilai total paket pesawat — termasuk badan pesawat dan persenjataan — bisa mencapai €5–6 miliar (setara US$5,4–6,5 miliar atau Rp89–107 triliun).

Dokumen itu juga mencantumkan komponen penting seperti 24 pod perang elektronik Khibiny-M (L-265M10-02), 5 paket suku cadang ZIP-G, dan 5 radar-warning receiver SVR L-277M, dengan uang muka antara 15–20 persen.

Kebocoran data ini diyakini berasal dari serangan siber yang dilakukan oleh peretas Ukraina terhadap jaringan internal Rostec dan anak perusahaannya. Para peretas berhasil mengakses database ekspor internal KRET dan membocorkan tabel kontrak yang memuat sistem radar, avionik, dan perangkat perang elektronik untuk berbagai negara klien.

Kode Rahasia untuk Iran

Dalam data yang tersebar di media sosial seperti X (Twitter), Telegram, dan komunitas OSINT, Iran disebut menggunakan kode pelanggan “364” — mewakili paket ekspor 48 unit Su-35 dengan jadwal pengiriman antara tahun 2026 hingga 2028.

Analis pertahanan mengonfirmasi keaslian beberapa kode pemasok dan kategori kontrak dalam file tersebut yang sesuai dengan pola ekspor resmi KRET sebelumnya.

Selain Iran, dokumen itu juga mencantumkan ekspor lain dengan kode 012 (diduga untuk Aljazair, mencakup Su-34 dan Su-57) dan kode 231 (kemungkinan Ethiopia atau Mesir).

Iran Mengejar Kekuatan Udara Modern

Selama lebih dari empat dekade, angkatan udara Iran mengalami kemunduran akibat sanksi Barat. Mereka masih mengandalkan pesawat tua seperti F-4 Phantom, F-5 Tiger, F-14 Tomcat, serta MiG-29 dan Su-24 buatan Soviet.

Karena sulit mendapatkan suku cadang dan teknologi avionik modern, Iran terpaksa melakukan kanibalisasi suku cadang dan rekayasa balik (reverse engineering). Upaya domestik seperti HESA Saeqeh dan Kowsar hanya menghasilkan modifikasi F-5 tanpa peningkatan besar.

Sejak 2018, Teheran mulai melirik Rusia dan Tiongkok sebagai pemasok utama. Negosiasi untuk Su-35 dimulai sejak 2019, disertai pembayaran awal dan skema barter berupa teknologi drone serta perdagangan minyak antara 2022 dan 2023.

Rencana Perakitan Lokal

Data dari KRET juga mengindikasikan bahwa Rusia akan menyediakan paket perakitan semi knock-down (SKD) di Iran melalui Iran Aviation Industries Organization (IAIO). Ini berarti sebagian pesawat akan dirakit di dalam negeri, memberi Iran pengalaman industri sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan langsung dari Rusia.

Analisis citra satelit menunjukkan pembangunan hanggar besar di Pangkalan Udara Shahid Babayi, Isfahan, yang diduga akan menjadi pusat perakitan dan pangkalan pertama Su-35.

Sumber dalam industri pertahanan Iran juga menyebut bahwa teknisi Rusia dari Sukhoi dan KRET telah berada di Iran sejak awal 2024 untuk membantu proses kalibrasi struktur dan integrasi sistem avionik.

Kekuatan Teknis Su-35

Sukhoi Su-35S (Flanker-E) merupakan jet tempur generasi 4++ andalan Rusia. Pesawat ini dilengkapi mesin Saturn AL-41F1S dengan kemampuan thrust vectoring, radar Irbis-E PESA, serta sistem peperangan elektronik canggih.

Su-35 mampu mendeteksi target udara hingga jarak 350 km, melacak 30 target, dan menyerang 8 target sekaligus. Jarak tempuhnya dapat mencapai 3.600 km dengan tangki eksternal.

Dengan 48 unit Su-35, Iran bisa membentuk dua skuadron tempur penuh, meningkatkan kemampuan dominasi udara dan serangan jarak jauh secara drastis.

Dampak Geopolitik

Kesepakatan Su-35 ini menjadi ekspor jet tempur terbesar Rusia sejak proyek Su-30MK dengan India dan Tiongkok, menandai meningkatnya kemitraan strategis Moskow–Teheran.

Bagi Iran, ini adalah lompatan besar menuju kemandirian pertahanan udara setelah puluhan tahun dibatasi sanksi. Sementara bagi Rusia, ini menjadi sumber dana segar dan penguatan blok non-Barat di tengah tekanan internasional.

Namun, keberhasilan kesepakatan ini juga berpotensi mengguncang stabilitas Timur Tengah. Analis Barat memperingatkan bahwa keberadaan Su-35 di Iran akan mempersulit operasi udara Israel dan AS di kawasan.

Sebagai respons, negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab diperkirakan akan mempercepat pembelian Eurofighter Typhoon, Rafale F4, dan F-15EX untuk menjaga keseimbangan kekuatan udara.

Tantangan Produksi dan Sanksi

Meski menjanjikan, kesepakatan ini tetap menghadapi rintangan besar. Industri penerbangan Rusia masih kesulitan akibat sanksi Barat yang membatasi pasokan komponen elektronik, radar, dan mesin.

Sementara itu, Iran harus memutar otak untuk mendanai transaksi besar ini, menggunakan mekanisme barter minyak dan jaringan keuangan alternatif di Asia Tengah agar terhindar dari blokade finansial Barat.

Kendati demikian, kedua negara diyakini memiliki motivasi kuat untuk menuntaskan proyek ini:

  • Bagi Rusia, Iran menjadi sumber pemasukan penting di tengah penurunan ekspor pertahanan.
  • Bagi Iran, Su-35 adalah penyelamat supremasi udara yang dapat melindungi wilayahnya selama dua dekade ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *