PROGRES.ID – Harapan Italia untuk tampil langsung di Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya padam — tetapi kini tinggal setipis kertas. Skenarionya sederhana, namun hampir mustahil: Gli Azzurri harus menang dengan selisih sembilan gol atas Norwegia di laga terakhir Grup I Kualifikasi Zona UEFA.
Situasi di klasemen membuat peluang itu tampak seperti mimpi. Skuad Gennaro Gattuso berada di posisi kedua dengan 18 poin dari tujuh pertandingan. Kemenangan 2-0 atas Moldova di Chisinau memang menjaga asa, namun Norwegia masih nyaman di puncak dengan selisih tiga poin dan rekor mengerikan: 33 gol tercipta, hanya empat kebobolan, selisih gol +29.
Sebaliknya, Italia baru mencetak 20 gol dan kemasukan delapan kali, membuat mereka tertahan di selisih gol +12. Untuk membalik keadaan, mereka harus melibas Norwegia setidaknya 9-0 atau kombinasi lain yang membuat selisih gol mereka melewati sang pemuncak klasemen.
Jika itu gagal — skenario yang jauh lebih realistis — Italia harus bersiap menempuh jalur yang sudah dua kali menghantui mereka: playoff Maret 2026.
Laga Penentuan di San Siro
Pertemuan Italia kontra Norwegia di San Siro pada Senin (17/11/2025) dini hari WIB akan menjadi panggung penentuan. Uniknya, Norwegia tetap berhak lolos langsung meski kalah di Milan, selama margin kekalahan tidak lebih dari delapan gol. Aturan selisih gol yang diprioritaskan ketimbang head-to-head membuat Norwegia berada pada posisi yang sangat menguntungkan.
Norwegia sendiri terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 1998 — dan saat itu langkah mereka dihentikan Italia. Sementara Italia sudah absen di dua edisi terakhir (2018 dan 2022) setelah tumbang di playoff, menjadikan kualifikasi kali ini terasa jauh lebih genting.
Syarat Italia untuk Lolos Langsung
- Wajib menang dengan selisih minimal sembilan gol atas Norwegia
- Jika tidak berhasil, Norwegia lolos langsung, Italia terlempar ke playoff
Buongiorno: “Playoff Akan Jadi Rintangan Berat”
Usai menang 2–0 atas Moldova, bek Italia Alessandro Buongiorno tidak menutupi kenyataan pahit yang menanti. Meski Italia mencatat enam kemenangan fase grup — rekor baru dalam sejarah kualifikasi mereka — itu masih belum cukup untuk mengamankan tiket otomatis.
Sejak awal, Italia turun ke lapangan dengan mengetahui Norwegia baru saja menang besar 4-1 atas Estonia. Situasi itu membuat peluang menyalip pemuncak klasemen nyaris mustahil, dan terlihat berpengaruh pada performa Azzurri. Dominasi sepanjang laga baru membuahkan hasil lewat gol Gianluca Mancini di menit ke-88, disusul penyelesaian Francesco Pio Esposito.
Meski begitu, Buongiorno menilai tim tetap tampil solid.
“Kami menciptakan banyak peluang. Gol memang baru datang di akhir, tapi kami puas dengan cara tim bermain,” ujarnya kepada RAI Sport.
Gattuso merombak hampir seluruh starter dari laga sebelumnya, meninggalkan hanya tiga pemain dari starting XI saat melawan Israel. Bagi Buongiorno, rotasi besar itu tidak mengganggu kekompakan.
“Pelatih percaya pada semua pemain. Kami bekerja bersama di latihan, dan kemenangan ini pantas kami dapatkan.”
Rekor yang Tak Mengubah Nasib
Enam kemenangan dalam satu grup kualifikasi adalah rekor baru bagi Italia, namun tetap tidak cukup untuk menghindari playoff — sebuah kata yang kini begitu sensitif bagi Azzurri. Dua kali kegagalan beruntun lewat jalur playoff (2018 dan 2022) menjadi bayang-bayang besar.
Buongiorno mengaku kecewa, tetapi fokus tim kini tidak punya pilihan selain maju.
“Ini mengecewakan, tapi kami harus menatap laga melawan Norwegia, lalu siap menghadapi siapa pun di playoff.”
Playoff Maret 2026: Jalan Terjal yang Menanti
Playoff zona UEFA bakal digelar pada Maret 2026, diawali dengan semifinal one-off match dan dilanjutkan final penentuan satu tiket menuju Amerika Serikat–Meksiko–Kanada.
Buongiorno sadar tantangannya tidak ringan.
“Pertandingan-pertandingan itu pasti sangat sulit. Kami harus siap dan memberikan yang terbaik.”
Bagi Italia, playoff bukan sekadar laga tambahan, tetapi penentu martabat. Mereka tidak ingin kembali menjadi tamu yang absen dari panggung terbesar sepak bola dunia.
***










