Larijani Sebut Sudah Lebih 500 Prajurit AS Tewas, Kini AS Cuma Antek Israel

favicon progres.id
Ali Larijani
Ali Larijani (Foto: Marwan Naamani/ZumaPress)

PROGRES.ID – Ketegangan perang di Timur Tengah semakin memanas setelah pernyataan keras dari Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani.

Dalam pernyataan terbarunya, Larijani menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik berbahaya melawan Iran.

Menurut Larijani, keputusan politik kedua pemimpin tersebut justru membuat rakyat Amerika ikut menanggung konsekuensi perang yang semakin meluas.

Iran Klaim Ratusan Tentara AS Tewas

Larijani juga melontarkan klaim mengejutkan terkait korban di pihak Amerika Serikat. Ia menyebut lebih dari 500 tentara AS telah tewas hanya dalam beberapa hari pertempuran.

“Trump dan Netanyahu, melalui kecerobohan mereka, telah menyeret rakyat Amerika ke dalam perang pengecut melawan Iran,” ujar Larijani.

Ia bahkan mempertanyakan siapa sebenarnya yang mengendalikan konflik tersebut.

“Sekarang pikirkan ini: dengan lebih dari 500 tentara Amerika tewas, apakah Amerika yang memimpin perang ini, atau justru Israel?” tambahnya.

Ancaman Balasan atas Kematian Pemimpin Iran

Larijani juga memperingatkan bahwa konflik ini belum akan berakhir dalam waktu dekat. Ia menegaskan Iran akan menuntut balasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut gugur dalam serangan awal konflik.

“Kisah ini belum selesai. Kalian akan membayar harga yang mahal atas kemartiran Pemimpin Tertinggi Khamenei,” tegasnya.

Data Korban Masih Diperdebatkan

Meski Iran mengklaim korban besar di pihak Amerika, pemerintah AS sejauh ini hanya mengonfirmasi enam prajurit tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka sejak konflik dimulai.

Di sisi lain, situasi di Israel juga dilaporkan memanas. Berbagai sumber menyebut ratusan tentara Israel Defense Forces tewas akibat serangan Iran dan kelompok Hezbollah, yang merupakan sekutu Teheran di Lebanon.

Namun, jumlah korban di pihak Israel disebut sulit diverifikasi karena adanya sensor ketat terhadap informasi militer selama perang berlangsung.

Video Kehancuran Kota Israel Beredar

Meski informasi resmi terbatas, berbagai video dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan kerusakan besar di sejumlah kota Israel akibat serangan rudal dan drone.

Beberapa rekaman bahkan memperlihatkan bangunan hancur, kendaraan terbakar, serta sistem pertahanan udara yang kewalahan menghadapi gelombang serangan.

Seiring konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang terus meningkat, situasi di kawasan Timur Tengah kini berada di titik yang sangat rawan dan berpotensi memicu eskalasi perang yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *