Iran Serang Kapal Tanker Minyak AS di Teluk Persia, IRGC Tegaskan Kendali Selat Hormuz Selama Perang

favicon progres.id
Kapal tanker as
Kapal tanker Amerika Serikat terbakar di Selat Hormuz usai mendapat serangan rudal angkatan laut Iran (Foto: IRGC)

PROGRES.ID – Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengonfirmasi telah menyerang kapal tanker minyak milik Amerika Serikat di wilayah Teluk Persia bagian utara.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis pagi, IRGC menyebutkan bahwa serangan dilakukan oleh pesawat tempur Angkatan Laut mereka. Kapal tanker tersebut dilaporkan terkena rudal dan terbakar hebat di perairan strategis tersebut.

Kapal Tanker AS Hancur Terbakar

Menurut pernyataan militer Iran, serangan terjadi pada pagi hari ketika kapal tanker minyak AS melintas di Teluk Persia utara.

“Pesawat tempur Angkatan Laut Garda Revolusi menargetkan kapal tanker minyak Amerika di Teluk Persia utara dan menghancurkannya hingga terbakar,” demikian isi pernyataan resmi IRGC.

Insiden ini menjadi salah satu eskalasi terbaru dalam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang kini telah memasuki hari kelima.

Iran Tegaskan Kendali atas Selat Hormuz

IRGC juga kembali menegaskan bahwa Iran akan mengendalikan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz selama masa perang.

Pihak Iran menyatakan kebijakan tersebut didasarkan pada hukum dan resolusi internasional yang mereka klaim memberi hak bagi Teheran untuk mengamankan wilayah strategis tersebut selama konflik berlangsung.

Dalam peringatannya, Iran menegaskan bahwa kapal militer, kapal komersial, maupun kapal lainnya milik Amerika Serikat, Israel, negara-negara Eropa, serta pihak yang mendukung mereka tidak akan diizinkan melintas.

“Jika terdeteksi, kapal-kapal tersebut akan menjadi sasaran,” tegas IRGC dalam pernyataan tersebut.

Hanya Kapal China yang Diperbolehkan Melintas

Sebelumnya, Iran telah mengumumkan kebijakan pengawasan ketat terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz selama perang berlangsung.

Namun dalam perkembangan terbaru, Teheran memberikan pengecualian khusus bagi kapal dari China, yang disebut masih diperbolehkan melintas melalui jalur laut strategis tersebut.

Kebijakan ini menimbulkan perhatian internasional karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia, tempat sekitar seperlima pasokan minyak global melewati setiap harinya.

Perang Iran vs AS–Israel Masuki Hari Keenam

Sementara itu, konflik antara Iran melawan koalisi AS–Israel masih terus berlangsung tanpa tanda-tanda mereda.

Ibu kota Teheran dilaporkan terus menjadi target serangan, sementara sejumlah kota di Israel juga menghadapi gempuran rudal balasan dari Iran dan sekutunya.

Serangan saling balas ini membuat situasi keamanan di kawasan Timur Tengah semakin tidak menentu, sekaligus memicu kekhawatiran terhadap gangguan besar pada pasokan energi global.

Para analis menilai, jika konflik terus meluas dan Selat Hormuz benar-benar ditutup bagi sebagian besar kapal internasional, dampaknya bisa sangat besar terhadap harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *