Deadlock di Islamabad! Negosiasi Iran-AS Buntu, Tapi Teheran Tegaskan Diplomasi Belum Berakhir

favicon progres.id
jubir kemenlu Iran
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei (Foto: TasnimNews)

PROGRES.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap terbuka dan akan terus dilanjutkan.

Baqaei menjelaskan, kegagalan mencapai hasil dalam pertemuan tersebut dipicu oleh tuntutan berlebihan dari pihak Amerika Serikat. Namun, ia mengungkapkan bahwa kedua pihak sebenarnya telah mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, meski masih terdapat perbedaan pandangan pada beberapa poin krusial.

Menurutnya, pembicaraan kali ini merupakan yang terpanjang dalam setahun terakhir, dengan durasi mencapai sekitar 24 hingga 25 jam.

Ia menambahkan bahwa negosiasi berlangsung dalam suasana penuh ketidakpercayaan, mengingat pertemuan digelar setelah konflik bersenjata selama 40 hari. Oleh karena itu, kata dia, tidak realistis mengharapkan tercapainya kesepakatan hanya dalam satu putaran perundingan.

“Sejak awal tidak ada ekspektasi bahwa satu pertemuan akan langsung menghasilkan kesepakatan,” ujar Baqaei.

Meski hasilnya belum konkret, ia menekankan bahwa diplomasi tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga kepentingan nasional. Ia menyebut para diplomat memiliki tanggung jawab untuk terus bekerja, baik dalam kondisi konflik maupun damai.

Baqaei juga menegaskan bahwa keberhasilan perundingan ke depan sangat bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lawan, serta pengakuan terhadap hak-hak sah Iran.

Ia menyoroti kompleksitas isu yang dibahas dalam perundingan, termasuk munculnya topik baru seperti Selat Hormuz, yang dinilai memiliki dimensi strategis dan teknis yang rumit.

“Dalam situasi apa pun, aparat diplomasi harus terus memperjuangkan kepentingan rakyat Iran,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Baqaei menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Pakistan atas peran mereka sebagai tuan rumah dan mediator. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Shahbaz Sharif, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Asim Munir, serta Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Mohammad Ishaq Dar.

Ia menegaskan bahwa komunikasi antara Iran, Pakistan, dan negara-negara sahabat di kawasan akan terus berlanjut ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *