PROGRES.ID – Perang di perbatasan Lebanon–Israel kembali memakan korban dari jajaran militer Israel. Seorang komandan batalyon dilaporkan mengalami luka serius dalam pertempuran terbaru di wilayah Bint Jbeil.
Media berbahasa Ibrani Channel 14 melaporkan bahwa Komandan Batalyon 52, seorang letnan kolonel yang diidentifikasi dengan inisial (A), terluka parah dalam pertempuran yang terjadi pada Selasa (14/4/2026).
Menurut laporan tersebut, dua hari sebelumnya komandan tersebut sempat selamat dari serangan rudal anti-tank yang diarahkan ke tank yang ia pimpin. Saat itu, sistem pertahanan aktif Trophy berhasil mencegat proyektil yang datang, sehingga ia tidak mengalami cedera.
Namun dalam insiden serupa yang terjadi hari ini, ia tidak seberuntung sebelumnya. Serangan kembali menghantam unitnya, menyebabkan luka berat. Saat ini, ia dilaporkan tengah menjalani operasi intensif di rumah sakit.
Insiden ini mencerminkan tingginya intensitas pertempuran yang masih berlangsung di Lebanon selatan, khususnya di kawasan Bint Jbeil yang menjadi salah satu titik konflik utama antara pasukan Israel dan Hizbullah.
Di tengah eskalasi tersebut, belum terlihat tanda-tanda meredanya konflik. Pertempuran di wilayah Lebanon dan Israel masih terus berlangsung tanpa adanya gencatan senjata.
Hal ini terjadi meski sebelumnya Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati penghentian sementara konflik guna membuka ruang negosiasi di Pakistan.
Iran sendiri dilaporkan sempat mengajukan syarat agar seluruh front konflik, termasuk di Lebanon, ikut dihentikan sebagai bagian dari gencatan senjata. Namun hingga kini, pertempuran di garis depan tetap berlanjut, menunjukkan bahwa kesepakatan tersebut belum berdampak langsung pada situasi di lapangan.












