Akan Dibombardir, Israel Peringatan Warga di Lebanon Selatan Mengungsi

favicon progres.id
ledakan besar di beirut
Asap mengepul setelah serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, seperti terlihat dari Baabda, Lebanon, 8 April 2026. REUTERS/Mohamed Azakir

PROGRES.ID – Militer Israel (IDF) mengeluarkan peringatan dalam bahasa Arab yang meminta warga di Lebanon selatan segera meninggalkan wilayah mereka pada Kamis (16/04/2026). Imbauan tersebut disampaikan menyusul rencana serangan udara yang disebut akan menyasar bangunan sipil di kawasan tersebut.

Dalam pengumuman itu, warga diminta mengungsi ke wilayah utara Sungai Zahrani. Meski demikian, laporan di lapangan menyebut masih ada ribuan warga yang bertahan di permukiman mereka di Lebanon Selatan.

Di tengah situasi ini, intensitas serangan udara Israel disebut terus meningkat. Serangan tersebut terjadi di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda, terutama dengan Hezbollah yang masih aktif melakukan perlawanan.

Kelompok Hizbullah diklaim telah menargetkan berbagai aset militer Israel, termasuk kendaraan tempur. Sementara itu, serangan udara Israel ke wilayah permukiman dilaporkan menyebabkan korban jiwa dan luka di kalangan warga sipil.

Serangan ini juga terjadi meski sebelumnya terdapat seruan gencatan senjata yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Namun, di lapangan, eskalasi justru terus berlanjut.

Sebagai respons, Hizbullah melancarkan serangan balasan ke wilayah utara Israel, termasuk sejumlah posisi militer. Situasi ini semakin memperburuk ketegangan di kawasan perbatasan.

Di sisi lain, pemerintah Lebanon dilaporkan tetap melanjutkan upaya diplomatik, termasuk pembahasan terkait hubungan dengan pemerintahan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meski konflik bersenjata masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *