PROGRES.ID – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi membuka penyelidikan terkait serangkaian kasus hilangnya dan kematian mendadak sejumlah ilmuwan elite yang terlibat dalam proyek militer dan teknologi canggih.
Sebanyak 10 ilmuwan yang memiliki keterkaitan dengan riset strategis di bidang militer, kedirgantaraan, dan lembaga pemerintah dilaporkan menjadi bagian dari rangkaian insiden misterius dalam tiga tahun terakhir. Kasus-kasus tersebut memicu perhatian luas publik karena pola kejadian yang dinilai tidak biasa.
Trump menyebut situasi ini sebagai hal yang “cukup serius” dan berharap rangkaian peristiwa tersebut bersifat kebetulan. Namun, ia menegaskan pemerintah akan segera mengungkap fakta dalam waktu dekat.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga mengonfirmasi bahwa kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah dan tengah dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Dari total kasus, lima ilmuwan dilaporkan hilang tanpa jejak. Mereka menghilang secara tiba-tiba dan dalam kondisi yang tidak biasa, bahkan meninggalkan barang-barang penting di lokasi terakhir mereka terlihat.
Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah hilangnya mantan Mayor Jenderal Angkatan Udara AS, William Neil McCasland, pada Februari 2026 di Albuquerque. Ia diketahui meninggalkan ponselnya, sementara dompet dan senjata pribadinya tidak ditemukan.
Pihak berwenang menyatakan tidak ada indikasi bahwa McCasland mengalami gangguan mental, bahkan disebut sebagai sosok dengan kecerdasan tinggi.
Kasus lain menimpa Monica Jacinto Reza, pejabat di NASA Jet Propulsion Laboratory, yang hilang saat mendaki di California pada Juni 2025. Ia dilaporkan menghilang hanya dalam hitungan detik ketika rekannya sempat berpaling.
Insiden serupa juga terjadi pada Steven Garcia, yang meninggalkan rumahnya pada Agustus 2025 tanpa membawa barang penting seperti ponsel, dompet, hingga kendaraan.
Dua peneliti lain yang memiliki hubungan dengan Los Alamos National Laboratory, yakni Melissa Casias dan Anthony Chavez, juga dilaporkan hilang dalam waktu berdekatan di New Mexico.
Sementara itu, beberapa ilmuwan lainnya ditemukan tewas dalam kondisi yang tidak wajar. Fisikawan plasma ternama dari Massachusetts Institute of Technology, Nuno Loureiro, tewas ditembak di rumahnya pada Desember 2025.
Dua bulan kemudian, astronom dari California Institute of Technology, Carl Grillmair, juga tewas dalam insiden penembakan di California. Meski pelaku telah diidentifikasi, pihak berwenang belum mengaitkan kasus tersebut dengan pekerjaan korban.
Kasus lainnya melibatkan kematian misterius Jason Thomas, yang sempat hilang sebelum jasadnya ditemukan di sebuah danau di Massachusetts pada Maret 2026.
Selain itu, dua peneliti senior dari Jet Propulsion Laboratory, Frank Maiwald dan Michael Hicks, dilaporkan meninggal dunia secara mendadak dalam beberapa tahun terakhir tanpa penyebab yang dipublikasikan.
Kemunculan kasus-kasus ini dalam rentang waktu yang berdekatan, serta latar belakang para korban yang berkaitan erat dengan proyek militer dan teknologi tinggi, memicu berbagai spekulasi di publik terkait kemungkinan adanya pola tersembunyi di balik insiden tersebut.












