Rusia Sebut AS Tak Lagi Perkasa, Klaim Iran Guncang Status Superpower dan Kirim Pesan Keras ke Trump

favicon progres.id
donald trump muka melas
Donald J Trump (Foto: Axios)

PROGRES.ID, MOSKOW – Rusia melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat di tengah ketegangan konflik Iran. Seorang pejabat senior parlemen Rusia menyebut citra Washington sebagai kekuatan super dunia mulai runtuh setelah menghadapi perlawanan dari Teheran.

Pernyataan itu disampaikan Alexei Pushkov, Ketua Komite Kebijakan Informasi Majelis Tinggi Parlemen Rusia, dalam wawancara dengan kantor berita negara Rusia.

Menurut Pushkov, Iran telah memberi pukulan besar terhadap reputasi global Amerika Serikat melalui kemampuannya untuk menyerang pangkalan militer AS, mengganggu jalur pelayaran di Strait of Hormuz, serta menekan sekutu-sekutu Washington di kawasan.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi persoalan serius bagi Gedung Putih karena menunjukkan penurunan pengaruh Amerika di mata dunia.

Rusia dan China Blokir Resolusi PBB

Di tengah konflik tersebut, Rusia bersama China juga memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang bertujuan membuka kembali Selat Hormuz.

Draf resolusi itu diajukan oleh sejumlah negara Teluk, termasuk Bahrain, Yordania, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Moskow menegaskan sikapnya konsisten, yakni mengecam tindakan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta mendukung kedaulatan seluruh negara di kawasan.

Rusia Tawarkan Diri Jadi Mediator

Pemerintah Rusia juga kembali menawarkan diri sebagai mediator penyelesaian konflik.

Moskow menyatakan siap membantu mencari solusi terkait uranium Iran, termasuk opsi pemrosesan ulang uranium yang diperkaya menjadi bahan bakar tingkat sipil serta penyimpanan dalam jumlah tertentu di Rusia.

Rusia menegaskan solusi tersebut hanya bisa dijalankan jika disetujui Iran dan tetap menghormati hak Teheran untuk mengembangkan energi nuklir damai sesuai hukum internasional.

Trump Klaim Negosiasi Berjalan Positif

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pembicaraan dengan Iran menunjukkan perkembangan baik.

Trump mengatakan pemerintahannya menerima kabar positif terkait negosiasi dan meyakini proses menuju kesepakatan akan berjalan lancar.

Ia juga menyebut blokade terhadap Iran berjalan efektif dan menjadi alat tekan utama Washington.

Ancam Serangan Baru

Namun, Trump juga memberi peringatan keras jika kesepakatan tidak tercapai sebelum masa gencatan senjata berakhir.

Ia menyatakan blokade akan tetap dipertahankan dan tidak menutup kemungkinan serangan militer kembali dilancarkan.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa jalur diplomasi masih dibayangi ancaman eskalasi baru.

Perebutan Pengaruh Global

Komentar keras dari Rusia menandai meningkatnya rivalitas geopolitik di tengah konflik Iran.

Saat Amerika Serikat berusaha menunjukkan kendali di Timur Tengah, Moskow justru memanfaatkan situasi untuk mempertanyakan dominasi Washington sebagai kekuatan utama dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *