Ansarullah Yaman Peringatkan AS: Selat Bab el-Mandeb Bisa Ditutup Total

favicon progres.id
pemimpin ansarullah al houthi
Pemimpin tertinggi gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman, Abdul-Malik al-Houthi (Foto: Dok. PressTV)

PROGRES.ID – Seorang pejabat senior dari kelompok perlawanan Yaman, Ansarullah atau Houthi, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mengambil langkah provokatif yang dapat memperburuk situasi kawasan. Ia menegaskan bahwa jika Yaman memutuskan menutup Selat Bab el-Mandeb, maka tidak ada pihak yang mampu membukanya kembali.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hossein al-Ezzi melalui unggahan di platform X pada Sabtu. Ia mendesak Presiden AS Donald Trump dan sekutunya untuk menghentikan kebijakan yang dinilai menghambat upaya perdamaian, serta menghormati hak-hak negara dan umat Muslim di dunia.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Yaman, Mohammed al-Atifi, menyatakan bahwa angkatan bersenjata negaranya berada dalam kondisi siaga penuh dan siap menghadapi segala bentuk agresi terhadap wilayah Yaman. Ia juga menilai serangan terbaru AS dan Israel terhadap Iran menunjukkan pentingnya soliditas di antara kelompok yang tergabung dalam poros perlawanan.

Pada 28 Maret, militer Yaman mengumumkan telah meluncurkan serangan ke sejumlah target strategis Israel di wilayah selatan kawasan pendudukan menggunakan rudal balistik. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk keterlibatan langsung Yaman dalam mendukung Iran di tengah serangan udara yang dilakukan AS dan Israel.

Dalam pernyataan resminya, militer Yaman menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari komitmen mereka untuk mendukung Iran serta kelompok sekutu di Lebanon, Irak, dan Palestina. Mereka juga menyebut eskalasi militer yang terus berlangsung, termasuk serangan terhadap infrastruktur dan korban jiwa di sejumlah wilayah, menjadi alasan utama dilancarkannya operasi tersebut.

Militer Yaman menambahkan bahwa serangan rudal balistik itu menjadi operasi militer pertama mereka yang secara langsung menargetkan fasilitas militer sensitif milik Israel di wilayah Palestina selatan yang diduduki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *