Spanyol Siap Guncang Hubungan UE–Israel, Sánchez Desak Pemutusan Perjanjian dalam 48 Jam

favicon progres.id
pedro sanchez
Perdana Menteri Spanyol , Pedro Sanchez (Foto: AP via PressTV)

PROGRES.ID – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengumumkan rencana untuk mendorong Uni Eropa mengakhiri perjanjian asosiasi dengan Israel dalam waktu dekat. Langkah ini diambil dengan alasan dugaan pelanggaran berulang terhadap hukum internasional oleh Israel.

Dalam pidatonya di sebuah kampanye politik di Andalusia, Minggu, Sánchez menyampaikan bahwa pemerintah Spanyol akan mengajukan proposal resmi kepada Uni Eropa pada Selasa mendatang. Proposal tersebut berisi dorongan agar blok tersebut memutus hubungan kerja sama formal dengan Israel.

Menurut Sánchez, tindakan Israel dinilai tidak sejalan dengan prinsip hukum internasional, sehingga tidak layak menjadi mitra strategis Uni Eropa. Ia juga mengajak negara-negara anggota lainnya untuk memberikan dukungan terhadap inisiatif tersebut.

Sebelumnya, Spanyol bersama Irlandia dan Slovenia telah mengirim surat kepada Komisi Eropa untuk meminta agar isu ini dibahas dalam pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa berikutnya.

Perjanjian Asosiasi Uni Eropa–Israel yang ditandatangani pada tahun 2000 memuat klausul hak asasi manusia, yang mewajibkan kedua pihak menghormati prinsip demokrasi dan hak fundamental. Namun, hasil peninjauan terbaru menunjukkan adanya indikasi bahwa Israel tidak memenuhi komitmen tersebut.

Dorongan untuk mengevaluasi perjanjian ini sebenarnya telah muncul sejak 2024, ketika Spanyol dan Irlandia pertama kali mengangkat isu tersebut di tengah konflik di Gaza. Ketegangan semakin meningkat setelah Madrid secara resmi mengakui negara Palestina, yang memicu reaksi keras dari pemerintah Israel yang dipimpin Benjamin Netanyahu.

Dalam beberapa waktu terakhir, Sánchez juga semakin vokal mengkritik kebijakan Israel, termasuk serangan militernya di Lebanon serta eskalasi konflik yang melibatkan Iran. Ia bahkan menyerukan agar pihak-pihak yang memicu konflik segera menghentikan tindakan mereka dan menahan diri.

Dalam forum European Pulse Forum 2026 di Barcelona, Sánchez menegaskan bahwa Spanyol siap mengambil langkah tegas bersama negara-negara Eropa lain yang memiliki pandangan serupa.

Sejumlah negara anggota Uni Eropa seperti Belgia, Prancis, Irlandia, hingga Swedia sebelumnya juga diketahui mendukung wacana serupa. Sebagai mitra dagang terbesar Israel, Uni Eropa mencatat nilai perdagangan bilateral lebih dari 45 miliar euro per tahun. Karena itu, jika perjanjian tersebut benar-benar dihentikan, dampaknya diperkirakan akan signifikan baik secara ekonomi maupun politik bagi Israel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *