Iran Tegaskan AS Tak Serius Berdialog, Ancam Balasan Keras Jika Washington Ulangi Kesalahan Lama

favicon progres.id
jubir kemenlu Iran
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei (Foto: TasnimNews)

PROGRES.ID, TEHERAN – Pemerintah Iran menilai Amerika Serikat tidak menunjukkan kesungguhan dalam upaya perundingan bilateral. Teheran memperingatkan Washington akan menghadapi respons tegas apabila kembali mengulangi kebijakan yang dinilai merugikan Iran.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, dalam konferensi pers pada Senin.

Menurut Baghaei, sikap Amerika dinilai tidak konsisten karena pernyataan resmi berbeda dengan tindakan di lapangan.

“Ucapan dan tindakan mereka tidak sejalan. Iran akan mengambil keputusan yang tepat dengan mempertimbangkan kepentingan nasional dan prioritas negara,” ujarnya seperti dinukil dari PressTV.

Soroti Blokade Pelabuhan Iran

Komentar tersebut muncul setelah Amerika Serikat menyatakan tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Iran, meski sebelumnya Presiden Donald Trump mengumumkan jeda agresi selama dua pekan pada 7 April.

Sebagai respons, Iran menyatakan bahwa Strait of Hormuz ditutup bagi seluruh lalu lintas kapal, dengan alasan bahwa blokade AS melanggar syarat gencatan senjata.

Teheran menegaskan kebijakan itu akan dipertahankan selama tekanan maritim dari Washington masih berlangsung.

Iran Tolak Negosiasi Baru Tanpa Kerangka Jelas

Baghaei menambahkan bahwa Iran tidak akan terburu-buru mengikuti putaran dialog baru dengan Amerika Serikat tanpa adanya kerangka kesepahaman yang jelas.

Ia menilai sejak awal masa gencatan senjata, Iran justru dihadapkan pada pernyataan saling bertentangan dari pihak AS yang kemudian diikuti oleh langkah blokade laut.

Singgung Insiden Laut Oman

Iran juga menyinggung serangan terbaru terhadap kapal Iran yang disebut terjadi di kawasan Sea of Oman.

Menurut Baghaei, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan maritim dan bentuk agresi terbuka. Ia mengklaim respons Iran memaksa pasukan Amerika mundur dari area tersebut.

Kritik Pelanggaran di Lebanon

Selain menyoroti AS, Teheran juga mengecam Israel yang disebut terus melancarkan pelanggaran di Lebanon.

Iran menegaskan penghentian konflik di seluruh front, termasuk Lebanon, merupakan bagian tak terpisahkan dari setiap kesepakatan gencatan senjata.

Tak Percaya Lagi pada Janji AS

Baghaei menegaskan bahwa Iran masih mengingat pengalaman buruk dari pelanggaran komitmen Amerika di masa lalu.

Karena itu, seluruh tim negosiasi dan lembaga negara diminta tetap waspada terhadap setiap skenario yang dinilai merugikan kepentingan nasional.

“Iran tidak optimistis, tetapi bersikap realistis,” katanya.

Uranium dan Rudal Bukan Bahan Tawar

Dalam kesempatan yang sama, Baghaei menolak gagasan pemindahan uranium yang telah diperkaya ke luar Iran.

Ia menegaskan isu tersebut tidak pernah menjadi opsi bagi Teheran.

Selain itu, Iran juga memastikan kemampuan pertahanan nasional, termasuk program rudal, tidak akan masuk meja perundingan.

Pesan Tegas ke Washington

Di akhir pernyataannya, Baghaei mengingatkan bahwa setiap kesalahan lama yang diulang Amerika akan mendapat jawaban serupa dari Iran.

Menurut Teheran, kepentingan nasional akan tetap menjadi prioritas utama tanpa tunduk pada tekanan, tenggat waktu, maupun ultimatum dari pihak luar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *