PROGRES.ID – Komandan kedirgantaraan Islamic Revolutionary Guard Corps, Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi, mengeluarkan pernyataan tegas terkait potensi pelanggaran gencatan senjata. Ia menegaskan bahwa setiap bentuk agresi terhadap Iran akan dibalas dengan serangan yang sasarannya ditentukan oleh rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan yang ditujukan kepada masyarakat Iran, yang selama lebih dari 50 hari terakhir disebut terus turun ke jalan sebagai bentuk dukungan terhadap angkatan bersenjata di tengah konflik yang berlangsung.
Dalam pesannya, Mousavi mengapresiasi dukungan publik, seraya menekankan kesiapan pasukan IRGC yang disebut tetap siaga penuh meski dalam masa gencatan senjata. Ia menyebut pasukan Iran tetap berada dalam posisi tempur, siap merespons setiap ancaman yang muncul.
“Jika setelah gencatan senjata musuh kembali melancarkan agresi, maka kali ini target kami adalah apa yang ditentukan oleh rakyat,” ujar Mousavi dalam pernyataan yang diputar di berbagai ruang publik.
Selain itu, ia juga memberikan peringatan kepada negara-negara di kawasan agar tidak terlibat dalam mendukung serangan terhadap Iran. Menurutnya, jika wilayah atau sumber daya negara lain digunakan untuk menyerang Iran, maka hal tersebut akan berdampak besar terhadap stabilitas, termasuk sektor energi di kawasan Asia Barat.
Pernyataan ini muncul menjelang berakhirnya masa gencatan senjata dua pekan yang akan berakhir pada Selasa malam, di tengah kebuntuan terkait kelanjutan perundingan. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan perpanjangan gencatan senjata secara sepihak, namun belum mendapat tanggapan resmi dari Teheran.
Iran sendiri telah menegaskan bahwa setiap pelanggaran, termasuk kebijakan seperti blokade laut yang dianggap ilegal, harus segera dihentikan.
Konflik antara Iran dan koalisi AS-Israel dimulai pada akhir Februari dan sempat berlangsung selama 40 hari sebelum dihentikan melalui gencatan senjata. Namun, hingga kini ketegangan masih terus berlanjut, dengan kedua pihak saling menuding adanya pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut.












