PROGRES.ID – Komentator politik dan pembawa acara di kanal YouTube, CJ Werleman, menilai perang melawan Iran telah mengguncang pengaruh lobi Israel di Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikannya dalam episode terbaru kanal YouTube “The CJ Werleman Show”.
Dalam tayangan tersebut, Werleman menyebut lobi Israel selama puluhan tahun dianggap sebagai kekuatan politik yang nyaris tak tersentuh di Washington. Menurut dia, kelompok tersebut diyakini mampu memengaruhi arah politik AS, termasuk menentukan nasib kandidat dalam pemilu.
Namun, ia menilai situasi mulai berubah sejak konflik Gaza memicu gelombang kritik luas terhadap Israel di tengah masyarakat Amerika.
Werleman mengklaim simpati publik AS terhadap Palestina meningkat sejak akhir 2023, seiring meluasnya tayangan mengenai operasi militer Israel di Gaza. Ia menyebut perubahan opini publik itu menjadi salah satu faktor yang melemahkan pengaruh politik kelompok pro-Israel.
Dalam ulasannya, Werleman juga menyoroti perang melawan Iran yang disebutnya sebagai titik balik penting. Ia menuding konflik tersebut dipandang banyak warga AS sebagai perang yang merugikan kepentingan Amerika sendiri.
Menurut Werleman, meningkatnya harga bahan bakar, pangan, inflasi, hingga suku bunga membuat warga AS mulai mempertanyakan keterlibatan negaranya dalam konflik Timur Tengah.
Ia juga mengutip sejumlah tokoh Amerika yang disebut mulai terbuka mengkritik pengaruh lobi Israel terhadap kebijakan luar negeri AS. Salah satunya adalah mantan pejabat kontra-terorisme Gedung Putih, Joe Kent, yang menurutnya menyalahkan lobi Israel atas keterlibatan AS dalam konflik baru di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, Werleman menyebut sejumlah media pro-Israel kini tidak lagi menutupi fakta bahwa perang melawan Iran merupakan kepentingan utama Israel.
Dalam video tersebut, Werleman juga menyoroti kemenangan politikus progresif Zohran Mamdani di New York. Ia menyebut kemenangan Mamdani atas mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, menjadi sinyal perubahan politik besar terkait isu Palestina di Amerika Serikat.
Menurut Werleman, kemenangan itu menunjukkan kandidat yang secara terbuka mendukung hak-hak Palestina kini mulai mendapat dukungan luas dari pemilih Amerika, termasuk sebagian komunitas Yahudi di AS.
Ia juga menyinggung keterlibatan sejumlah tokoh bisnis dan media besar yang mendukung Cuomo, seperti Michael Bloomberg, Bill Ackman, serta Rupert Murdoch.
Meski demikian, Werleman menegaskan bahwa lobi Israel belum sepenuhnya kehilangan kekuatan politiknya. Ia menyebut kelompok tersebut masih memiliki dukungan dana besar dan tetap berupaya memengaruhi opini publik maupun membungkam kritik terhadap Israel.












