Anggota Kongres AS Ungkap Militer Amerika Kehilangan 39 Pesawat dalam Konflik 40 Hari dengan Iran

favicon progres.id
puing jet tempur
Warga Iran kumpulkan puing jet tempur AS yang ditembak jatuh sistem pertahanan Iran (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Seorang anggota Kongres Amerika Serikat mengungkapkan bahwa militer AS diduga kehilangan sedikitnya 39 pesawat selama perang 40 hari melawan Iran yang melibatkan operasi bersama dengan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan anggota Partai Demokrat, Ed Case, dalam sidang komite Senat pada Selasa saat mempertanyakan besarnya kerugian militer AS kepada Kepala Keuangan Pentagon, Jay Hurst.

Dalam sidang itu, Case mengutip laporan media pertahanan The War Zone yang menyebut sekitar 39 pesawat militer Amerika hancur selama konflik berlangsung.

Ia juga mempertanyakan apakah Pentagon telah menghitung biaya jangka panjang untuk perbaikan maupun penggantian aset militer yang hilang.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Hurst belum memberikan rincian pasti dan mengatakan Pentagon masih memerlukan evaluasi menyeluruh sebelum menentukan nilai kerugian.

pesawat tempur f 35
Pesawat tempur jet F 35 (Foto: AF.mil)

Menurut laporan The War Zone yang dikutip dalam sidang, Angkatan Udara AS menjalankan hampir 13 ribu penerbangan selama konflik 40 hari dengan Iran.

Laporan tersebut menyebut selain 39 pesawat yang disebut hancur, sekitar 10 pesawat lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda.

Disebutkan pula bahwa satu jet tempur F-35A Lightning II terkena serangan saat berada di wilayah udara Iran, sementara sebuah pesawat peringatan dini Boeing E-3 Sentry dilaporkan ikut hancur.

Konflik antara AS-Israel dan Iran dimulai pada 28 Februari setelah serangan udara terhadap Iran, yang kemudian dibalas Tehran melalui gelombang serangan rudal dan drone ke target-target Israel serta aset militer Amerika di kawasan.

Selama perang berlangsung, Iran mengklaim berhasil mencegat dan menembak jatuh sejumlah jet tempur, rudal, dan drone milik lawan.

Seorang perwira senior Iran yang disebut terlibat dalam penembakan jet tempur F-35 Amerika bahkan menyatakan teknologi pesawat siluman kini tidak lagi mustahil dideteksi.

Dalam wawancara pada April lalu, perwira tersebut mengklaim sistem pertahanan Iran berhasil menghancurkan teknologi milik Lockheed Martin dan menyebut “mitos pesawat siluman telah berakhir.”

Selain itu, pejabat Iran juga mengklaim telah menembak jatuh sekitar 170 drone milik AS dan Israel selama konflik berlangsung.

Iran menyatakan sistem pertahanan udaranya mampu menghadapi berbagai ancaman udara, mulai dari drone, rudal jelajah, hingga pesawat tempur modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *