PROGRES.ID – Iran tengah mengembangkan platform pemetaan satelit buatan dalam negeri yang digadang-gadang menjadi alternatif Google Earth. Sistem bernama Iran Zamin tersebut dirancang untuk membantu masyarakat, peneliti, dan pelaku industri mengakses informasi geografis berbasis citra satelit tanpa terlalu bergantung pada layanan pemetaan asing.

Dalam laporan yang diterbitkan pada 13 Oktober 2026, Press TV UK menyebut Iran Zamin dikembangkan oleh Iranian Space Research Center (ISRC) atau Pusat Penelitian Antariksa Iran. Platform itu menjadi bagian dari upaya Teheran untuk mengubah kemampuan pengembangan satelit menjadi layanan digital yang dapat dimanfaatkan secara langsung di Bumi.

Iran juga mengembangkan Raz, platform penginderaan jauh yang ditujukan bagi pengguna profesional. Kedua sistem tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi, mulai dari penjelajahan peta satelit hingga pemrosesan citra untuk kebutuhan penelitian dan industri.

Iran Zamin, Alternatif Google Earth Buatan Iran

Menurut Press TV UK, Iran Zamin dirancang sebagai platform pemetaan dan observasi Bumi yang mampu mengumpulkan, menyimpan, menampilkan, serta memproses informasi geospasial dari satelit.

Platform tersebut disiapkan dalam dua versi, yakni untuk masyarakat umum dan pengguna komersial atau khusus.

Versi publik dirancang agar pengguna dapat menjelajahi informasi geografis melalui antarmuka yang mudah digunakan. Sementara itu, versi komersial akan menyediakan perangkat pengolahan citra satelit dan analisis data yang lebih kompleks untuk kebutuhan profesional.

Dengan pendekatan tersebut, Iran Zamin tidak hanya ditujukan sebagai aplikasi untuk melihat permukaan Bumi dari atas. Sistem ini juga diarahkan menjadi infrastruktur digital yang dapat mendukung berbagai kegiatan, termasuk pengelolaan wilayah perkotaan, pemantauan pertanian, dan pengawasan perubahan lingkungan.

Pada 4 Oktober 2026, Press TV UK sebelumnya melaporkan bahwa Nader Makari, pelaksana tugas kepala Iranian Space Research Center, mengumumkan pengembangan Iran Zamin dalam sebuah konferensi pers di Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran.

Makari menyatakan bahwa sistem tersebut telah dikembangkan dan diuji, serta akan tersedia dalam versi publik dan komersial.

Meski demikian, laporan Press TV UK pada 13 Oktober menyebut Iran Zamin masih menjalani evaluasi akhir, dengan versi demonstrasi yang telah disiapkan untuk diperkenalkan kepada publik. Artinya, pengembangan teknisnya dilaporkan telah mencapai tahap lanjut, tetapi informasi mengenai seluruh fitur operasionalnya masih menunggu pemaparan lebih lengkap.

Raz, Platform Pengolahan Citra Satelit untuk Profesional

Selain Iran Zamin, Iran mengembangkan Raz, singkatan dari Rasad Ettelaat Zamin, yang dapat diterjemahkan sebagai pemantauan informasi Bumi.

Jika Iran Zamin lebih berorientasi pada pengalaman pengguna dalam melihat dan menjelajahi informasi geografis, Raz berfokus pada akses terhadap citra satelit dan pemrosesan data penginderaan jauh.

Press TV UK melaporkan bahwa Raz menyediakan akses terhadap citra optik dan radar. Platform tersebut juga dilengkapi berbagai fungsi teknis, seperti peningkatan kualitas gambar, koreksi geometris, penggabungan citra, dan pengolahan informasi bidang tanah.

Kemampuan tersebut berpotensi membantu peneliti, akademisi, lembaga pemerintah, serta perusahaan yang membutuhkan data spasial untuk mengambil keputusan.

Raz juga dirancang untuk mendukung penelitian kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Data yang tersedia di platform ini dapat digunakan untuk mengembangkan algoritma yang membantu mengidentifikasi pola dan mengekstraksi informasi dari citra satelit.

Dengan demikian, Iran berusaha membangun ekosistem yang tidak hanya menyediakan gambar permukaan Bumi, tetapi juga memungkinkan data tersebut diolah menjadi informasi yang lebih berguna.

Satelit Khayyam Menjadi Salah Satu Sumber Data Utama

Keberhasilan platform pemetaan satelit sangat bergantung pada ketersediaan citra yang memadai. Untuk mendukung Iran Zamin dan Raz, Iran mengandalkan arsip data dari satelit penginderaan jauh Khayyam.

Menurut Press TV UK, Khayyam diluncurkan pada Agustus 2022 dan ditempatkan di orbit sekitar 500 kilometer di atas permukaan Bumi. Satelit tersebut memiliki resolusi pencitraan nominal sekitar satu meter.

Resolusi itu memungkinkan citra menampilkan detail permukaan yang lebih tinggi dibandingkan citra beresolusi rendah. Namun, tingkat detail yang dapat digunakan dalam praktik juga bergantung pada kondisi pengambilan gambar, kualitas data, pemrosesan, dan ketersediaan citra terbaru.

Press TV UK menyebut arsip citra Khayyam menjadi salah satu sumber penting bagi kedua platform tersebut.

Data satelit ini dapat dimanfaatkan untuk memantau lahan pertanian, mengamati sumber daya air, mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan, serta mendeteksi pembangunan yang tidak sesuai ketentuan dan aktivitas pertambangan.

Iran juga merancang infrastrukturnya agar dapat menerima data dari satelit lain pada masa mendatang. Jika rencana tersebut terealisasi, penambahan sumber citra dapat memperluas cakupan dan jenis informasi yang tersedia bagi pengguna.

Teknologi AI untuk Menganalisis Permukaan Bumi

Salah satu aspek yang turut disoroti dalam pengembangan teknologi pemetaan Iran adalah penggunaan kecerdasan buatan.

Menurut laporan Press TV UK, para peneliti di Iranian Space Research Center mengembangkan algoritma AI untuk sejumlah proses pengolahan data, termasuk peningkatan kualitas citra, teknik super-resolution, serta prediksi dan koreksi kesalahan.

Dalam konteks penginderaan jauh, AI dapat membantu memproses data dalam jumlah besar dan mengenali pola yang sulit ditemukan melalui pemeriksaan manual. Teknologi tersebut berpotensi digunakan untuk memantau kondisi lahan pertanian, perubahan lingkungan, dan perkembangan wilayah perkotaan.

Meski demikian, penggunaan AI tidak otomatis membuat setiap citra satelit menjadi lebih akurat. Hasil analisis tetap bergantung pada mutu data awal, metode yang digunakan, dan proses validasi.

Apabila dikembangkan lebih lanjut, kombinasi citra satelit dan AI dapat membantu lembaga pemerintah maupun peneliti memperoleh informasi yang lebih cepat untuk mendukung perencanaan dan pengawasan wilayah.

Mengapa Iran Ingin Memiliki Sistem Pemetaan Sendiri?

Pengembangan Iran Zamin dan Raz tidak hanya berkaitan dengan kemajuan teknologi, tetapi juga dengan upaya mengurangi ketergantungan pada layanan asing.

Press TV UK melaporkan bahwa keterbatasan akses terhadap layanan pemetaan satelit luar negeri, termasuk Google Earth, menjadi salah satu alasan Iran mengembangkan alternatif domestik.

Dengan memiliki sistem sendiri, Iran berupaya memperkuat kendali atas penyimpanan, pemrosesan, dan distribusi data geospasial. Langkah ini juga sejalan dengan kepentingan keamanan data dan pengembangan industri antariksa nasional.

Ketergantungan terhadap layanan asing dapat menimbulkan persoalan ketika akses dibatasi atau ketika kebutuhan suatu negara tidak sepenuhnya sesuai dengan layanan yang tersedia. Platform domestik dapat memberi pemerintah dan institusi lokal pilihan tambahan untuk mengelola data geografis.

Namun, membangun alternatif Google Earth bukan perkara sederhana. Selain perangkat lunak, penyedia layanan harus memiliki sumber citra yang memadai, infrastruktur penyimpanan, kemampuan pemrosesan, pembaruan data, serta sistem yang dapat diakses dan digunakan secara konsisten.

Karena itu, keberhasilan Iran Zamin nantinya tidak hanya akan ditentukan oleh pengumuman pengembangannya, tetapi juga oleh kualitas dan kelengkapan layanan yang benar-benar tersedia bagi pengguna.

Bagian dari Strategi Ekonomi Antariksa Iran

Pengembangan kedua platform tersebut mencerminkan pergeseran fokus program antariksa Iran. Negara itu tidak hanya berupaya meluncurkan satelit, tetapi juga mengembangkan layanan yang memanfaatkan data yang dihasilkan satelit tersebut.

Dalam laporan 13 Oktober, Press TV UK menyebut pimpinan Iranian Space Research Center menekankan pentingnya menjadikan teknologi antariksa sebagai sumber layanan praktis dan penggerak ekonomi.

Pendekatan tersebut dikenal sebagai ekonomi antariksa, yakni pemanfaatan teknologi dan infrastruktur luar angkasa untuk menciptakan manfaat ekonomi maupun sosial di Bumi.

Citra satelit, misalnya, dapat membantu sektor pertanian mengawasi kondisi tanaman, mendukung pengelolaan sumber daya air, serta menyediakan informasi bagi perencanaan tata kota. Data yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk mengamati bencana dan perubahan lingkungan.

Iran Zamin dan Raz diposisikan sebagai bagian dari rantai pemanfaatan tersebut, dengan menghubungkan data satelit ke aplikasi yang dapat digunakan oleh lembaga pemerintah, peneliti, perusahaan, dan masyarakat.

Kapan Iran Zamin Bisa Digunakan Publik?

Hingga laporan Press TV UK pada 13 Oktober 2026, pengembangan teknis Iran Zamin disebut telah selesai dan platform tersebut sedang menjalani evaluasi akhir. Versi demonstrasinya juga dilaporkan telah disiapkan untuk diperkenalkan.

Namun, rincian penting mengenai layanan tersebut belum sepenuhnya dipaparkan, termasuk frekuensi pembaruan citra, cakupan geografis, variasi resolusi, dan fitur yang akan tersedia dalam setiap versi.

Informasi tersebut akan menjadi faktor penting untuk menilai sejauh mana Iran Zamin dapat bersaing dengan layanan pemetaan satelit internasional.

Google Earth, misalnya, telah dikenal luas karena menggabungkan citra satelit, foto udara, dan beragam informasi geografis. Untuk menjadi alternatif yang benar-benar berguna, Iran Zamin perlu menawarkan data yang memadai sekaligus layanan yang stabil dan mudah diakses.

Iran Bangun Kemandirian Teknologi Pemetaan

Pengembangan Iran Zamin dan Raz menunjukkan ambisi Iran untuk membangun kemampuan pemetaan satelit dari pengumpulan data hingga pemanfaatannya dalam aplikasi digital.

Jika berhasil dioperasikan secara luas, kedua platform tersebut berpotensi mendukung penelitian, pertanian, pengawasan lingkungan, perencanaan wilayah, dan berbagai kebutuhan industri.

Meski demikian, status pengembangan dan kemampuan aktualnya masih perlu dinilai berdasarkan peluncuran resmi serta fitur yang tersedia bagi pengguna. Untuk saat ini, Iran Zamin lebih tepat disebut sebagai platform domestik yang tengah dipersiapkan sebagai alternatif Google Earth, bukan pengganti yang sudah terbukti memiliki seluruh kemampuan layanan tersebut.

Perkembangan berikutnya akan menunjukkan apakah Iran mampu mengubah investasi dalam teknologi satelit menjadi layanan pemetaan yang kompetitif dan dapat digunakan secara berkelanjutan.