PROGRES.ID, WASHINGTON – Penyelidikan federal terhadap anggota Kongres AS Ilhan Omar (Demokrat-Minnesota) memasuki babak baru. Menurut NBC News, agen federal menggeledah rumah Omar di Washington, D.C. pada Senin pagi, berdasarkan keterangan dua orang yang mengetahui penyelidikan.
Ponsel disita, keluarga dipanggil
NBC News melaporkan agen menyita ponsel Omar saat penggeledahan dan telah mengirim sekitar selusin panggilan (subpoena) dalam kasus ini. Penyelidikan itu dipimpin Homeland Security Investigations (HSI), dan menurut salah satu sumber melibatkan pelapor (whistleblower), dokumen, serta kesaksian saksi.
Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyelidikan pidana HSI yang sudah berjalan bertahun-tahun. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyebut operasi itu bagian dari penyelidikan federal yang sedang berjalan.
Dugaan pemalsuan dokumen dan konspirasi
CNN melaporkan, mengutip sejumlah sumber, bahwa penyelidikan imigrasi ini menyasar Omar, dugaan pernyataan palsu dalam dokumen pemerintah, dan potensi konspirasi. CNN juga menyebut seorang hakim membatasi akses Departemen Kehakiman (DOJ) terhadap catatan Omar.
Omar sudah lama menjadi subjek penyelidikan. Namun menurut CNN, penyidik era Biden tidak mengajukan tuntutan, dan kasusnya tidak berkembang sejauh yang kini dilakukan penyidik era Trump. Di luar itu, penyelidikan terpisah soal dugaan pelanggaran keuangan, termasuk dana kampanye, masih berjalan di kantor jaksa AS wilayah Washington.
Laporan WSJ soal denaturalisasi
The Wall Street Journal melaporkan bahwa pemerintahan Trump menyelidiki Omar untuk mencabut kewarganegaraan dan akhirnya mendeportasinya, mengutip pejabat AS dan sumber yang mengetahui penyelidikan. MPR News menyatakan belum dapat mengonfirmasi laporan itu secara independen.
Ada sejumlah catatan penting:
- Menurut Al Jazeera, WSJ tidak melaporkan adanya gugatan untuk mencabut kewarganegaraan Omar. Kasus semacam itu butuh proses pengadilan, dan penyelidikan itu sendiri tidak mencabut kewarganegaraan ataupun mengizinkan deportasi.
- Seorang mantan pejabat imigrasi senior DOJ disebut mengatakan kasus ini akan bertumpu pada dugaan Omar berbohong soal usianya. Ayah Omar meninggal pada 2020, sehingga pengumpulan bukti menjadi sulit.
- Omar tiba di AS sebagai pengungsi dari Somalia pada usia 12 tahun dan menjadi warga negara pada 2000.
Respons Omar dan Trump
Juru bicara Omar menyebut penyelidikan itu bermotif politik dan menyatakan upaya mencabut kewarganegaraannya tidak punya dasar hukum maupun preseden. Di platform X, Omar menyebut penggeledahan itu upaya menyasar lawan politik dan mempersenjatai penegakan hukum federal. Trump mengaku tidak terkait dengan penggeledahan itu dan menyebutnya sepenuhnya urusan DOJ. Namun ia juga mengatakan pemerintah federal sedang mengamati Omar dengan sangat saksama.
Trump sebelumnya berkali-kali menyerang Omar secara terbuka. Ia pernah menyarankan Omar dipenjara atau “dikirim kembali ke Somalia” terkait penyelidikan penipuan di Minnesota. Sebelumnya, ia juga menyerukan penyelidikan atas kekayaan Omar lewat unggahan di Truth Social. Omar sendiri menyebut Trump terobsesi padanya.
Penyelidikan Kongres
Di jalur terpisah, Komite Pengawasan DPR AS menyelidiki keuangan Omar dan suaminya, Tim Mynett. Belum ada dakwaan formal terhadap Omar. Ketua komite James Comer sebelumnya mengumumkan penyelidikan atas perusahaan terkait Mynett, dengan alasan nilainya melonjak tajam dalam waktu singkat dan muncul pertanyaan apakah ada kaitannya dengan skema penipuan di Minnesota.
Konteks politik
Omar, tokoh progresif Demokrat, tengah mencalonkan diri untuk masa jabatan kelima di distrik ke-5 Minnesota. CNN mencatat bahwa jika kelak ada dakwaan, kasusnya kemungkinan dipersulit oleh retorika Trump terhadap Omar selama bertahun-tahun, sebagian di antaranya rasis.
Hingga kini belum ada dakwaan terhadap Omar, dan tuduhan dalam penyelidikan belum dibuktikan di pengadilan.
Catatan redaksi: Artikel ini dikurasi dari pemberitaan NBC News, CNN, Al Jazeera, MPR News, Fox News, dan Mediaite per 16 Oktober 2026. Sebagian detail bersumber dari narasumber anonim dan belum dikonfirmasi pejabat.

Komentar