PROGRES.ID – Berdasarkan data resmi Bureau of Labor Statistics (BLS) yang dirilis Rabu (14/10/2026), indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) Amerika Serikat naik 0,6 persen secara bulanan pada September 2026. Secara tahunan, inflasi mencapai 3,7 persen, lebih tinggi dibandingkan 3,4 persen pada Agustus dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,6 persen.
Berdasarkan laporan Reuters, lonjakan harga bensin sebesar 9,1 persen dalam sebulan menjadi penyumbang lebih dari separuh kenaikan CPI bulanan. Indeks energi secara keseluruhan naik 5,2 persen bulanan dan 20,4 persen tahunan. Kenaikan ini terkait ketegangan dan konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran yang mendorong harga minyak global.
Berdasarkan data BLS dan Trading Economics, inflasi inti (core CPI) yang tidak memasukkan harga pangan dan energi juga meningkat. Core CPI naik 0,3 persen secara bulanan dan 2,6 persen secara tahunan, lebih tinggi dari 2,4 persen pada Agustus serta di atas perkiraan pasar 2,5 persen. Harga tempat tinggal (shelter) naik 0,4 persen bulanan, sementara harga mobil bekas dan pakaian juga berkontribusi. Harga pangan relatif stabil, hanya naik 2,5 persen tahunan.
Berdasarkan laporan CNBC, data ini merupakan bacaan terakhir sebelum pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) pada akhir Oktober 2026. Pasar keuangan langsung bereaksi. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan bulan ini naik menjadi sekitar 37 persen dari sebelumnya 22 persen, menurut CME FedWatch Tool. The Fed sebelumnya sudah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September menjadi kisaran 3,75–4,00 persen, kenaikan pertama dalam tiga tahun.
Berdasarkan analisis Bloomberg dan Business Insider, inflasi yang lebih tinggi menambah tekanan pada anggaran rumah tangga AS menjelang pemilihan paruh waktu (midterm) 3 November 2026. Harga bensin yang naik tajam menjadi salah satu isu ekonomi utama bagi pemilih. Beberapa ekonom memperingatkan risiko efek lanjutan (pass-through) dari harga energi ke sektor lain jika ketegangan geopolitik berlanjut.
Berdasarkan laporan BBC News, inflasi tahunan 3,7 persen menjadi yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir dan masih jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen. Social Security Administration kemudian mengumumkan penyesuaian manfaat sebesar 3,6 persen untuk 2027, mengikuti angka inflasi terbaru.
Data CPI Oktober 2026 dijadwalkan dirilis pada 10 November 2026. Sementara itu, pasar global, termasuk di Asia, sempat tertekan menyusul rilis data ini, dengan investor menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS yang lebih ketat.

Komentar