PROGRES.ID, WASHINGTON, D.C. – Katie Zacharia dilaporkan diberhentikan dari jabatannya sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih setelah hanya lima hari menjalankan tugas sebagai juru bicara utama Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan tersebut muncul setelah penampilan perdananya dalam konferensi pers menuai kritik dan latar belakang profesionalnya menjadi sorotan media.

Sejumlah pejabat pemerintahan Trump mengonfirmasi kepada Reuters pada Jumat, 16 Oktober 2026, bahwa Zacharia telah dilepas dari posisinya dan sedang menjalani proses peralihan keluar dari jabatan tersebut. The Washington Post dan The Guardian juga melaporkan kepergiannya, yang menandai salah satu masa jabatan terpendek dalam sejarah sekretaris pers Gedung Putih.

Keputusan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Zacharia resmi memulai tugasnya menggantikan Karoline Leavitt. Pergantian yang berlangsung cepat tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai proses penunjukan, kesiapan komunikasi pemerintahan, serta pertimbangan politik di balik pemilihan juru bicara baru menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada November.

Trump Minta Zacharia Mempertimbangkan Kembali Jabatannya

Sebelum kabar kepergian Zacharia mencuat, Donald Trump telah menyampaikan keraguan mengenai kesesuaiannya untuk menduduki posisi sekretaris pers.

Berbicara kepada wartawan pada Jumat, Trump mengatakan dirinya telah menyarankan Zacharia untuk mempertimbangkan kembali keputusan menerima pekerjaan tersebut. Ia menyebut tugas itu sangat berat dan menilai Zacharia perlu mempertimbangkan apakah posisi tersebut benar-benar cocok untuknya.

Trump juga menyatakan bahwa Zacharia telah diperlakukan secara tidak adil oleh media. Meski demikian, komentarnya mengenai kemungkinan Zacharia meninggalkan jabatan tersebut memperkuat spekulasi bahwa masa tugasnya tidak akan berlangsung lama.

Menurut laporan Reuters, Trump berencana membicarakan persoalan itu kembali dengan Zacharia setelah perjalanan akhir pekannya. Namun, laporan mengenai kepergiannya muncul pada hari yang sama, dengan sejumlah media mengutip pejabat pemerintahan yang tidak disebutkan namanya.

Penampilan Perdana Menuai Kritik

Salah satu faktor yang membuat Zacharia menjadi pusat perhatian adalah konferensi pers perdananya di Gedung Putih pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam pengarahan tersebut, ia hanya menjawab pertanyaan dari tiga wartawan sebelum mengakhiri sesi yang berlangsung kurang dari 15 menit. Penampilannya kemudian mendapat kritik dari sejumlah komentator politik dan pengamat media, terutama terkait cara penyampaian jawaban dan penguasaannya terhadap materi yang disampaikan.

Posisi sekretaris pers Gedung Putih memiliki peran strategis karena pejabat yang mendudukinya menjadi penghubung utama antara presiden dan media. Selain menjelaskan kebijakan pemerintah, sekretaris pers juga harus menghadapi pertanyaan kritis, mengklarifikasi pernyataan presiden, dan mempertahankan kredibilitas komunikasi pemerintahan.

Karena itu, penampilan awal Zacharia yang dinilai kurang meyakinkan menjadi tantangan tersendiri, terlebih ia mengambil alih posisi tersebut pada periode politik yang sensitif.

Associated Press melaporkan bahwa masa tugas singkat Zacharia berlangsung di tengah perhatian besar terhadap kinerja juru bicara baru pemerintahan Trump.

Kontroversi Kualifikasi Hukum Ikut Menjadi Sorotan

Selain penampilannya di depan wartawan, latar belakang hukum Zacharia juga memicu kontroversi.

Zacharia merupakan lulusan Pepperdine University School of Law dan sebelumnya menyampaikan bahwa dirinya memiliki pengalaman dalam bidang hukum, termasuk transaksi internasional. Presiden Trump juga pernah memperkenalkannya sebagai seorang pengacara.

Namun, Reuters melaporkan bahwa mereka tidak menemukan catatan yang menunjukkan Zacharia terdaftar sebagai pengacara atau anggota organisasi profesi hukum di negara bagian mana pun di Amerika Serikat maupun Distrik Columbia.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis, 15 Oktober 2026, Zacharia mengakui bahwa dirinya pernah mengikuti ujian profesi pengacara di California, tetapi tidak lulus dan tidak mengulanginya.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman dan pekerjaannya dalam bidang hukum menjadi dasar pandangannya mengenai kualifikasi profesionalnya. Meski demikian, lulusan sekolah hukum di Amerika Serikat pada umumnya harus memperoleh izin praktik dari otoritas yang berwenang sebelum dapat menjalankan profesi pengacara secara resmi.

Reuters menegaskan bahwa persoalan kualifikasi tersebut menjadi salah satu isu yang muncul selama hari-hari pertama Zacharia menjabat. Namun, tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa kontroversi itu merupakan satu-satunya penyebab kepergiannya.

Siapa Katie Zacharia Sebelum Menjadi Sekretaris Pers?

Sebelum ditunjuk oleh Trump, Zacharia dikenal sebagai komentator politik konservatif dan pernah tampil di sejumlah jaringan televisi, termasuk Fox News dan Newsmax.

Ia juga pernah bekerja sebagai juru bicara di Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat ketika Kristi Noem menjabat sebagai menteri. Sebelum memperoleh posisi di Gedung Putih, Zacharia bekerja sebagai penasihat komunikasi senior di Trump Media & Technology Group, perusahaan yang mengoperasikan platform Truth Social.

Trump mengumumkan penunjukannya pada 9 Oktober 2026 melalui Truth Social. Dalam pengumuman tersebut, Trump memuji loyalitas Zacharia dan dukungannya terhadap gerakan politik MAGA.

Penunjukan itu sekaligus menempatkannya sebagai pengganti Karoline Leavitt, yang meninggalkan jabatan tersebut pada Agustus 2026 untuk lebih berfokus pada keluarganya.

Masa Jabatan Singkat di Tengah Persiapan Pemilu Paruh Waktu

Kepergian Zacharia terjadi ketika pemerintahan Trump tengah menghadapi periode penting menjelang pemilihan paruh waktu pada November 2026.

Dalam situasi tersebut, komunikasi Gedung Putih menjadi semakin penting untuk menjelaskan agenda pemerintahan sekaligus membantu Partai Republik mempertahankan dukungan politik. Reuters melaporkan bahwa Trump menginginkan juru bicara yang dapat memperkuat penyampaian capaian pemerintahannya kepada publik.

Pergantian sekretaris pers dalam waktu singkat berpotensi menimbulkan tantangan tambahan bagi tim komunikasi Gedung Putih. Pemerintahan perlu memastikan bahwa koordinasi dengan media tetap berjalan dan pesan-pesan kebijakan disampaikan secara konsisten.

Hingga laporan mengenai kepergian Zacharia diterbitkan pada 16 Oktober 2026, belum ada pengumuman resmi yang memastikan siapa penggantinya. Trump juga menyatakan bahwa dirinya tidak terburu-buru menentukan nama baru untuk mengisi posisi tersebut.

Salah Satu Masa Jabatan Terpendek dalam Sejarah Gedung Putih

Masa tugas Zacharia yang hanya sekitar lima hari menjadikannya salah satu sekretaris pers dengan masa jabatan paling singkat dalam sejarah Gedung Putih.

Peristiwa ini juga mengingatkan publik pada Anthony Scaramucci, mantan direktur komunikasi Gedung Putih pada masa pemerintahan pertama Trump, yang hanya bertahan sekitar 10 hari pada 2017. Meski keduanya menduduki jabatan berbeda, kedua peristiwa tersebut memperlihatkan betapa cepatnya perubahan personel dapat terjadi dalam lingkungan politik Gedung Putih.

Kepergian Zacharia kini menyisakan pertanyaan mengenai siapa yang akan dipercaya Trump untuk mengelola komunikasi pemerintahannya pada periode mendatang.

Untuk sementara, pemberhentiannya menjadi sorotan bukan hanya karena singkatnya masa jabatan, tetapi juga karena rangkaian kontroversi yang muncul sejak hari pertamanya bekerja. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keputusan resmi Gedung Putih dan penunjukan pejabat yang akan mengambil alih tanggung jawab sebagai juru bicara presiden.