PROGRES.ID, WASHINGTON – Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) memberhentikan seorang pelaut berusia 19 tahun setelah ia melompat dari kapal induk USS Abraham Lincoln ketika menjalani penugasan panjang di kawasan Timur Tengah. Keputusan tersebut menuai kontroversi karena insiden itu disebut berkaitan dengan krisis kesehatan mental yang dialaminya.

Pelaut bernama Nicholas McKelvey tersebut resmi diberhentikan pada Kamis (29/10/2026) dengan status general discharge under honorable conditions. Meski bukan pemecatan dengan status tidak terhormat, keputusan itu membuatnya kehilangan hak memperoleh bantuan pendidikan melalui program GI Bill milik pemerintah AS.

Laporan The Daily Beast pada Jumat (30/10/2026) menyebut seorang komandan Angkatan Laut telah menyatakan McKelvey bersalah dalam sidang disiplin pada bulan sebelumnya. Pihak militer menilai tindakannya melompat dari kapal membahayakan keselamatan kapal dan personel di dalamnya.

Kasus tersebut menjadi sorotan karena istri McKelvey menyatakan suaminya mengalami tekanan psikologis akibat penugasan yang berkepanjangan. Keluarga juga mengkritik keputusan militer yang menjatuhkan sanksi setelah insiden yang mereka sebut sebagai upaya bunuh diri tersebut.

Melompat dari kapal saat bertugas di Laut Arab

Peristiwa itu terjadi pada 3 Agustus 2026 ketika USS Abraham Lincoln sedang beroperasi di Laut Arab.

McKelvey, yang bertugas sebagai teknisi pesawat, dilaporkan berlari melintasi dek kapal sebelum melompat ke laut dari ketinggian sekitar 67 kaki atau 20 meter.

Ia berhasil ditemukan dan diselamatkan sekitar 50 menit setelah terjun ke air. Saat kejadian, ia mengenakan perlengkapan pelampung yang biasa digunakan awak kapal.

Setelah diselamatkan, McKelvey menjalani pemeriksaan medis di atas kapal sebelum dievakuasi ke San Diego untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Dalam wawancara dengan The New York Times yang dikutip The Daily Beast, McKelvey mengatakan dirinya sudah tidak ingin berada di kapal tersebut.

Peristiwa itu kemudian menjadi bagian dari penyelidikan internal Angkatan Laut AS.

Dituduh melakukan pelanggaran disiplin militer

McKelvey tidak hanya menjalani pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menghadapi proses disiplin berdasarkan Uniform Code of Military Justice (UCMJ).

Dokumen dakwaan yang sebelumnya dilaporkan MS NOW dan dikutip UPI menyebutkan terdapat dua pasal yang dituduhkan kepadanya.

Pertama, Pasal 83 mengenai malingering, yakni tindakan berpura-pura sakit atau sengaja melukai diri sendiri untuk menghindari kewajiban militer.

Kedua, Pasal 86 mengenai absence without leave (AWOL), yaitu tidak berada di tempat tugas sebagaimana diwajibkan tanpa izin.

Dalam proses pemeriksaan internal, komandan yang menangani perkara tersebut akhirnya menyatakan McKelvey bersalah. Angkatan Laut menilai tindakannya menimbulkan risiko terhadap keselamatan kapal.

Hukuman yang kemudian dijatuhkan berujung pada pemberhentian dari dinas militer dengan status general discharge under honorable conditions.

Status tersebut berbeda dengan dishonorable discharge atau pemecatan tidak terhormat. Namun, keputusan itu tetap membawa konsekuensi terhadap sejumlah hak dan fasilitas yang sebelumnya dapat diperoleh McKelvey sebagai veteran militer.

Istri sebut suaminya mengalami tekanan mental

Istri McKelvey, Samantha Larry, menyampaikan keberatan terhadap keputusan Angkatan Laut. Ia menilai suaminya seharusnya mendapatkan penanganan kesehatan mental secara memadai, bukan justru menghadapi hukuman disiplin.

Keduanya masih berusia 19 tahun dan telah memiliki dua anak. Putri mereka lahir pada Februari 2026 ketika McKelvey sedang menjalani penugasan di kapal induk tersebut.

Menurut keterangan keluarga, McKelvey sebelumnya mengalami tekanan akibat penugasan yang terus diperpanjang dan berulang kali meminta cuti untuk mendampingi keluarganya.

Larry juga mengungkapkan bahwa suaminya sempat meminta bantuan kepada atasan dan petugas medis sebelum insiden terjadi.

Keluarga menganggap keputusan pemberhentian tersebut memperburuk keadaan mereka, terutama karena hilangnya manfaat pendidikan GI Bill yang diharapkan dapat membantu McKelvey melanjutkan pendidikan setelah keluar dari militer.

Dalam keterangannya kepada The New York Times, Larry mempertanyakan sikap Angkatan Laut yang dinilainya lebih menekankan hukuman daripada menangani persoalan kesehatan mental personel.