PROGRES.ID — Hasil sementara pemilihan umum Israel pada Rabu (28/10/2026) menunjukkan persaingan ketat antara blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan kubu oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot. Kedua kubu belum mencapai mayoritas 61 kursi yang dibutuhkan untuk menguasai parlemen Israel atau Knesset.

Penghitungan suara yang masih berlangsung memperlihatkan blok pendukung Netanyahu berada di posisi terdepan dengan proyeksi sekitar 54 kursi. Sementara itu, blok oposisi diperkirakan memperoleh 49 kursi, sedangkan partai-partai Arab diperkirakan mengamankan 17 kursi.

Angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring berlanjutnya penghitungan suara. Dengan komposisi parlemen yang terdiri dari 120 kursi, belum ada blok yang dipastikan mampu membentuk pemerintahan tanpa dukungan dari kelompok lain.

Partai Likud Unggul dalam Penghitungan Sementara

Partai Likud yang dipimpin Netanyahu menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam pemilu kali ini. Hasil sementara menunjukkan Likud diproyeksikan memperoleh sekitar 27 kursi di Knesset.

Di kubu oposisi, partai Yashar yang dipimpin Eisenkot juga mencatat hasil kuat dengan proyeksi sekitar 21 hingga 22 kursi. Partai Together, yang terkait dengan mantan perdana menteri Naftali Bennett, turut menjadi salah satu kekuatan penting dalam persaingan membentuk pemerintahan baru.

Meski Likud memimpin di antara partai-partai individual, keunggulan tersebut belum cukup untuk memastikan Netanyahu dapat mempertahankan mayoritas koalisi pemerintahannya. <cite>Reuters, The State of Israel</cite>

Partai-Partai Arab Berpotensi Menentukan Pemerintahan

Perolehan partai-partai Arab menjadi salah satu sorotan utama dalam hasil sementara pemilu Israel 2026. Gabungan Joint List dan Ra’am diperkirakan meraih sekitar 17 kursi.

Jumlah tersebut berpotensi membuat partai-partai Arab menjadi penentu dalam negosiasi pembentukan pemerintahan. Blok oposisi dapat mempertimbangkan dukungan dari kelompok tersebut untuk membangun mayoritas, meskipun langkah itu berpotensi menghadapi hambatan politik.

Sementara itu, Netanyahu menegaskan keinginannya membentuk pemerintahan nasional berhaluan kanan. Persaingan politik diperkirakan berlanjut melalui negosiasi antarpartai setelah hasil resmi diumumkan.

Pembentukan Pemerintahan Berpotensi Berlangsung Alot

Belum tercapainya mayoritas membuat pembentukan pemerintahan baru Israel berpotensi berlangsung alot. Partai-partai perlu merundingkan kerja sama untuk mencapai sedikitnya 61 kursi di parlemen.

Presiden Israel Isaac Herzog nantinya akan berkonsultasi dengan para pemimpin partai dan menunjuk tokoh yang dinilai paling berpeluang membentuk pemerintahan. Jika negosiasi gagal, Israel berpotensi menghadapi kebuntuan politik yang dapat berujung pada pemilu ulang.

Hasil akhir masih menunggu penyelesaian penghitungan suara dan pengumuman resmi. Karena itu, komposisi kursi serta peluang pembentukan koalisi masih dapat berubah dalam beberapa hari ke depan.