PROGRES.ID – Pemerintah Iran menyambut positif pengumuman gencatan senjata di Lebanon dan menyebut kesepakatan tersebut sebagai kemenangan diplomatik penting bagi kelompok yang disebut sebagai poros perlawanan di kawasan.
Dalam pernyataan resmi pada Kamis malam (16/04/2026), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Baghaei mengatakan penghentian serangan di Lebanon merupakan bagian dari pemahaman gencatan senjata yang lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat, dengan mediasi Pakistan.
Menurut Baghaei, sejak awal pembicaraan dengan berbagai pihak regional maupun internasional, termasuk negosiasi di Islamabad, Iran secara konsisten mendorong gencatan senjata serentak di seluruh kawasan, termasuk Lebanon.
Ia menegaskan bahwa setelah perundingan di Islamabad, Teheran terus mengupayakan target tersebut secara serius hingga akhirnya tercapai kesepakatan terbaru.
Baghaei juga memberikan apresiasi kepada rakyat Lebanon dan kelompok perlawanan yang disebutnya tetap bertahan menghadapi serangan serta pendudukan Israel di wilayah selatan negara itu.
Selain itu, Iran menyampaikan penghargaan kepada Pakistan atas peran diplomatik intensif dalam 24 jam terakhir yang dinilai membantu membuka jalan bagi gencatan senjata selama 10 hari.
Pemerintah Iran kembali menegaskan solidaritas penuh kepada rakyat dan pemerintah Lebanon, sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang tewas selama konflik berlangsung.
Dalam pernyataannya, Baghaei menekankan bahwa gencatan senjata harus menjadi awal menuju stabilitas jangka panjang. Ia menyerukan penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah pendudukan di Lebanon selatan, pembebasan tahanan, pemulangan warga yang mengungsi, serta pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat perang.
Iran menilai kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa diplomasi yang didukung kekuatan di lapangan mampu menekan pihak lawan untuk mundur.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata itu dalam pidato di Gedung Putih. Ia menyebut penghentian konflik mulai berlaku tengah malam waktu Lebanon.
Seorang anggota parlemen Lebanon dari blok Loyalty to the Resistance juga mengonfirmasi bahwa gencatan senjata dimulai pada Kamis malam dan menyebutnya sebagai hasil dari upaya diplomatik Iran.
Perkembangan ini terjadi beberapa jam setelah Iran dan Amerika Serikat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang mengakhiri 40 hari konflik antara kedua negara.
Namun sebelumnya, ketegangan sempat meningkat setelah Israel dituding melanggar kesepakatan dengan melancarkan serangan ke sejumlah kawasan sipil di Lebanon.
Iran menyebut penghentian serangan di seluruh front, termasuk Lebanon, merupakan salah satu poin utama dalam proposal 10 butir yang sebelumnya diajukan Teheran dan diterima pihak Amerika Serikat.












