PROGRES.ID – Sumber-sumber di Timur Tengah melaporkan bahwa Israel telah mengubah data pemetaan satelit di area pangkalan militer Nevatim.
Menurut laporan militer Iran, beberapa rudal, termasuk rudal hipersonik, menghantam pangkalan udara IDF tersebut pada Selasa malam, 1 Oktober 2024.
Iran mengklaim rudal mereka telah menghancurkan 20 unit jet tempur generasi kelima F-35, sejumlah tank dan lainnya.

Hari ini, pengguna layanan citra satelit mengalami situasi di mana pangkalan Nevatim “tidak terlihat” dalam gambar karena tertutup oleh “awan tebal.” Namun, di sekitar pangkalan tersebut cuaca terlihat cerah dan tidak ada awan tebal pada siang hari. Anehnya, gambar tersebut menampilkan tanggal hari ini, yaitu 2 Oktober 2024.
Lebih jauh lagi, tampilan awan tersebut terlihat seolah-olah dibuat secara digital menggunakan teknologi komputer dan ditambahkan ke foto asli.
Hal ini memicu spekulasi bahwa Israel berusaha menyembunyikan kondisi sebenarnya dari pangkalan udara Nevatim setelah serangan besar yang dilakukan Iran kemarin.
Sebagai catatan, menurut pernyataan resmi Israel, rudal-rudal Iran telah berhasil ditembak jatuh atau jatuh di area gurun. Namun, mengapa citra satelit harus diubah dengan “awan digital” jika Israel benar-benar telah berhasil menangkal serangan, masih menjadi tanda tanya.

Terlebih lagi sudah beredar di media sosial dan media minstream yang menunjukkan rudal-rudal itu berhasil meluluhlantakkan pangkalan udara Nevatim.
Hingga saat ini, pejabat Israel belum memberikan komentar mengenai pernyataan terhadap foto-foto dan video yang beredar di media online.












