Zohran Mamdani Terpilih Jadi Wali Kota New York ke-111, Catat Sejarah Baru Bagi Amerika

favicon progres.id
zohran mamdani
Zohran Mamdani (Foto: Al Jazeera)

PROGRES.ID, NEW YORK — Sejarah baru tercipta di Amerika Serikat. Politikus muda Zohran Kwame Mamdani resmi memenangi pemilihan Wali Kota New York 2025, menjadikannya wali kota Muslim pertama dan keturunan Asia Selatan pertama yang memimpin kota terbesar di Negeri Paman Sam tersebut.

Menukil Bisnis.com yang melansir Bloomberg, berdasarkan hasil hitung sementara yang dirilis Associated Press pada Selasa malam (4/11/2025), dengan 75% suara masuk, kandidat Partai Demokrat itu memperoleh 50,4% suara, unggul signifikan atas dua pesaingnya.

Sementara itu, Andrew Cuomo, mantan gubernur New York yang maju lewat jalur independen, meraih 41,3% suara, sedangkan kandidat dari Partai Republik, Curtis Sliwa, berada di posisi ketiga dengan 7,5% suara.

Pemimpin Termuda New York dalam 100 Tahun

Zohran Mamdani, anggota parlemen negara bagian asal Queens berusia 34 tahun, akan resmi dilantik pada 1 Januari 2026 sebagai Wali Kota New York ke-111, menggantikan Eric Adams.

Adams, yang hanya menjabat satu periode, memutuskan mundur dari pencalonan setelah diterpa serangkaian skandal dan penurunan popularitas di berbagai survei.

Kemenangan Mamdani mencatat sejarah penting: ia menjadi wali kota termuda New York dalam satu abad terakhir, sekaligus simbol perubahan arah politik kota yang dikenal sebagai pusat keuangan dunia.

Partisipasi Pemilih Tertinggi Sejak 1969

Pemilihan kali ini mencatat tingkat antusiasme luar biasa. Dewan Pemilihan Kota New York melaporkan lebih dari 2 juta warga memberikan suara — jumlah tertinggi dalam lebih dari lima dekade.

Para analis menilai kemenangan Mamdani menandai kebangkitan politik progresif di New York, sekaligus memperkuat posisi kelompok Demokrat Sosialis Amerika (DSA) di panggung politik nasional.

Janji Kampanye: Transportasi Gratis, Pajak untuk Orang Kaya, dan Reformasi Pendidikan

Mamdani membangun basis dukungan luas melalui kampanye akar rumput yang fokus pada isu kesejahteraan warga kelas menengah dan pekerja.
Ia berjanji akan:

  • Membekukan kenaikan sewa untuk lebih dari satu juta unit apartemen di kota,
  • Memberlakukan bus gratis untuk seluruh warga,
  • Menyediakan layanan penitipan anak universal tanpa biaya, serta
  • Menetapkan pajak progresif baru bagi korporasi besar dan individu berpenghasilan tinggi guna membiayai program sosial.

Langkah-langkah ini disebut sebagai “revolusi kebijakan publik” yang dapat menjadi model baru bagi Partai Demokrat di tingkat nasional.

Tantangan Krisis Perumahan dan Biaya Hidup

New York tengah menghadapi krisis perumahan terburuk dalam sejarahnya. Harga sewa rata-rata melonjak hingga US$3.400 per bulan atau sekitar Rp56,8 juta (kurs Rp16.724 per dolar AS).
Tingkat kekosongan apartemen bahkan turun menjadi 1,4%, terendah sepanjang sejarah kota.

Mamdani menyebut bahwa perumahan adalah hak dasar, bukan komoditas, dan berjanji akan menekan spekulasi properti yang memperparah ketimpangan sosial.

Reformasi Polisi dan Kesehatan Mental

Selain fokus ekonomi, Mamdani juga menyoroti reformasi keamanan publik. Ia berencana membentuk unit khusus di Departemen Kepolisian New York (NYPD) untuk menangani laporan yang melibatkan penderita gangguan mental berat.

Ia juga akan menghapus kendali wali kota atas sekolah negeri, memberikan lebih banyak ruang bagi komunitas dan tenaga pendidik untuk berpartisipasi dalam kebijakan pendidikan.

Dalam sektor pangan, Mamdani mengusulkan pendirian lima toko kelontong milik pemerintah kota agar masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses pada bahan makanan terjangkau di tengah inflasi.

Dari Aktivis Sosial Menjadi Simbol Perubahan Politik

Meski pengalamannya di pemerintahan masih terbatas — hanya mensponsori beberapa RUU selama tiga periode sebagai anggota dewan negara bagian — Mamdani berhasil membangun gerakan politik berbasis relawan yang masif.
Ia mengumpulkan jutaan dolar donasi kecil melalui program dana pendamping publik, di mana setiap sumbangan warga hingga US$250 akan dilipatgandakan oleh dana kota sebanyak delapan kali.

Pendekatan ini menarik simpati pemilih muda dan komunitas Asia, yang kini mencakup hampir 16% populasi Kota New York.

Respon Politik Nasional dan Hubungan dengan Gedung Putih

Kemenangan Mamdani juga menimbulkan reaksi keras dari Presiden Donald Trump, yang menyebutnya sebagai “komunis gila” melalui akun Truth Social.

Trump menuding kebijakan progresif Mamdani akan menjadi “bencana ekonomi dan sosial” bagi New York dan mengancam akan menahan aliran dana federal bagi kota tersebut.

Hubungan antara Gedung Putih dan Balai Kota New York diperkirakan akan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Mamdani di awal masa jabatannya.

Kemenangan Bersejarah yang Mengubah Peta Politik AS

Kemenangan Zohran Mamdani bukan sekadar pergantian pemimpin di New York, tetapi tanda pergeseran ideologi besar di Amerika.

Ia mewakili gelombang baru generasi progresif, yang menuntut kebijakan lebih adil, inklusif, dan berpihak pada rakyat kecil.

Dengan semangat muda dan visi sosial yang kuat, Mamdani kini memikul harapan jutaan warga New York untuk menciptakan kota yang lebih setara — dari Queens hingga Manhattan.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *