PROGRES.ID – Kekhawatiran meningkat di Israel menjelang penandatanganan kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini. Sejumlah pihak di Tel Aviv dan Yerusalem menilai perjanjian tersebut berpotensi mengancam kepentingan keamanan Israel di masa mendatang.
Harian Israel, Maariv, dalam laporannya yang berjudul *”Kesepakatan dan Kekhawatiran”*, mengungkap adanya kecemasan mendalam di kalangan pejabat dan pengamat keamanan Israel terkait isi kesepakatan yang sedang difinalisasi Washington dan Teheran.
Menurut laporan tersebut, perjanjian itu disebut tidak menyentuh sejumlah isu yang selama ini menjadi perhatian utama Israel, termasuk ancaman rudal balistik Iran. Selain itu, tidak terdapat komitmen yang jelas mengenai pemindahan atau penghapusan stok uranium yang telah diperkaya oleh Teheran.
Media tersebut menyoroti bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan merayakan tercapainya kesepakatan tersebut bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-80. Kesepakatan itu juga disebut menandai berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama sekitar tiga setengah bulan.
Namun suasana berbeda justru terlihat di Yerusalem. Di tengah pernyataan-pernyataan optimistis yang muncul dari pihak pendukung kesepakatan, sejumlah sumber di Israel mengaku tidak melihat alasan untuk merayakannya.
“Ini adalah kesepakatan yang merupakan bencana bagi kami,” ujar salah satu sumber yang dikutip Maariv.
Kekhawatiran Israel berpusat pada kemungkinan bahwa Iran tetap dapat mempertahankan sebagian kemampuan strategisnya meski kesepakatan baru diberlakukan. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengubah keseimbangan keamanan kawasan dan meningkatkan tantangan yang dihadapi Israel dalam jangka panjang.
Hingga kini, belum ada rincian resmi yang dipublikasikan mengenai seluruh isi kesepakatan antara Washington dan Teheran. Namun, perdebatan mengenai dampaknya terhadap keamanan Timur Tengah diperkirakan akan terus menjadi sorotan dalam beberapa hari ke depan.












