PROGRES.ID – Seorang jurnalis Israel yang dikenal dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan kritik tajam terhadap perkembangan politik dan keamanan terbaru di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataannya, ia menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump keluar sebagai pihak yang kalah dalam dinamika yang sedang berlangsung.
Jurnalis tersebut, Yanon Magal, menuding bahwa dua tokoh Yahudi yang memiliki pengaruh di lingkaran Trump, yakni Jared Kushner dan Steve Witkoff, telah mendorong kebijakan yang dianggap merugikan Israel. Ia bahkan mengeklaim keduanya dipengaruhi oleh Qatar dan, bersama Wakil Presiden JD Vance, telah “menjual” kepentingan Israel.
Magal juga melontarkan kritik terhadap sejumlah negara Teluk. Menurutnya, negara-negara tersebut mendorong upaya meredakan ketegangan dengan Iran dan bahkan bersedia menggelontorkan dana miliaran dolar demi mengembalikan stabilitas kawasan.
Di tengah situasi tersebut, Magal menegaskan Israel akan tetap mempertahankan posisinya di Lebanon. Ia menyatakan bahwa operasi militer akan terus berlanjut dan Israel akan membalas setiap serangan yang diarahkan kepadanya.
“Kami akan menyerang siapa pun yang mengancam kami,” tegasnya.
Lebih lanjut, Magal menggambarkan kondisi Israel saat ini sebagai perjuangan yang harus dijalani tanpa banyak dukungan dari pihak luar. Meski demikian, ia menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan yang dipimpin Benjamin Netanyahu.
Menurutnya, Netanyahu merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Israel dalam menghadapi tantangan keamanan dan politik yang sedang berlangsung di kawasan.












