Bisnis  

PT Amanda Cipta Persada Tambah Saham AMRT 2,11 Miliar Lembar, Segini Harga Belinya

favicon progres.id
alfamart
Salah satu gerai Alfamart (Foto: Istimewa)

PROGRES.ID – PT Amanda Cipta Persada menambah kepemilikan saham di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk melalui aksi pembelian saham yang dilakukan pada pertengahan Mei 2026. Transaksi tersebut disebut sebagai bagian dari restrukturisasi internal perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (16/5/2026), Amanda Cipta Persada membeli sebanyak 2,11 miliar saham AMRT dengan harga Rp1.415 per lembar saham. Nilai transaksi itu diperkirakan mencapai Rp2,99 triliun.

Manajemen menyebut transaksi dilakukan dengan tujuan restrukturisasi internal dan berstatus kepemilikan langsung.

Setelah aksi pembelian tersebut, kepemilikan Amanda Cipta Persada di AMRT meningkat menjadi 5,82 miliar saham atau setara 14,04%. Sebelumnya, perusahaan itu tercatat memiliki 3,71 miliar saham atau sekitar 8,94%.

Di sisi lain, pemegang saham AMRT lainnya, Sigmantara Alfindo, melepas 2,11 miliar saham AMRT pada harga yang sama, yakni Rp1.415 per saham pada 13 Mei 2026. Pelepasan saham itu juga dilakukan dalam rangka restrukturisasi internal.

Pasca transaksi, kepemilikan Sigmantara Alfindo turun menjadi 16,15 miliar saham atau 38,90%, dari sebelumnya 18,26 miliar saham setara 44%.

Sementara itu, saham AMRT pada penutupan perdagangan berada di level Rp1.415 per saham atau stagnan dibanding sesi sebelumnya. Sepanjang perdagangan, saham AMRT bergerak di kisaran Rp1.305 hingga Rp1.415 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp58,76 triliun.

Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,98% ke posisi 6.723,32. Indeks LQ45 juga turun 1,79% menjadi 657,88 seiring tekanan yang terjadi pada mayoritas sektor saham.

IHSG sempat bergerak di level tertinggi 6.787,34 dan terendah 6.705,43. Sebanyak 416 saham ditutup melemah, sementara 239 saham menguat dan 163 saham stagnan.

Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 2,29 juta kali transaksi dengan volume 38,9 miliar saham dan nilai transaksi harian sebesar Rp19,8 triliun. Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.470.

Dari 11 sektor yang diperdagangkan, hanya dua sektor yang berhasil menguat. Sektor transportasi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,89%, disusul sektor industri yang naik 1,26%.

Sebaliknya, sektor basic materials menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah turun 4,43%. Pelemahan juga terjadi pada sektor energi 1,61%, consumer nonsiklikal 0,44%, consumer siklikal 1,4%, kesehatan 1,22%, keuangan 0,58%, properti 0,70%, teknologi 0,71%, serta infrastruktur 2,72%.

Di tengah aksi restrukturisasi saham tersebut, AMRT sebelumnya membukukan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025.

Mengacu laporan keuangan perseroan, pendapatan AMRT meningkat 7,19% menjadi Rp126,73 triliun pada 2025, dibandingkan Rp118,22 triliun pada tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan turut mendorong laba bruto perseroan naik 9,4% menjadi Rp27,75 triliun. Sementara laba usaha tumbuh 11,86% menjadi Rp4,56 triliun.

Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat naik 8,34% menjadi Rp3,41 triliun pada 2025, dari Rp3,14 triliun pada 2024. Laba per saham juga meningkat menjadi Rp82,16 dari sebelumnya Rp75,81.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *