Bisnis  

Saham KOKA Meledak 500%! PT Koka Indonesia Pastikan Akuisisi oleh Raksasa Tiongkok NLEM Aman dan Sesuai Aturan BEI!

favicon progres.id
pt koka indonesia
Reklame branding di depan kantor PT Koka Indonesia Tbk (Sumber foto: IDXChannel.com)

PROGRES.ID, JAKARTA – PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) memastikan bahwa proses akuisisi oleh perusahaan asal Tiongkok, Ningbo Lixing Enterprise Management Co., Ltd. (NLEM), berjalan lancar dan tidak melanggar aturan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama KOKA, William, mengungkapkan bahwa kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan kini tengah menunggu persetujuan resmi dari otoritas pasar modal sebelum melangkah ke tahap final.

“Target penyelesaian transaksi ini maksimal dalam tiga bulan ke depan,” ujar William dalam Public Expose Incidental hari ini, seraya menegaskan bahwa akuisisi tersebut akan menambah pengendali baru tanpa menghapus posisi pengendali lama, Ny. Gao Jing.

NLEM Masuk untuk Memperkuat, Bukan Menggantikan

Menurut William, kehadiran NLEM bukan bertujuan mengambil alih kendali perusahaan, melainkan memperkuat posisi pengendali bersama Gao Jing.

“Masuknya NLEM adalah bentuk dukungan terhadap stabilitas tata kelola perusahaan. Kami ingin memastikan bahwa arah pengendalian tetap solid dan terjaga,” tegasnya.

Sebelumnya, BEI sempat menghentikan sementara perdagangan saham KOKA pada 18 September 2025 karena adanya dugaan pelanggaran komitmen lock-up saham pengendali, di mana Gao Jing hampir melanggar ketentuan prospektus yang mensyaratkan pengendalian minimal lima tahun.

NLEM, Raksasa Investasi dari Zhejiang

Perusahaan NLEM sendiri berbasis di Ningbo, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, dengan modal disetor sekitar 50 juta yuan dan total aset lebih dari 800 juta yuan.

Entitas ini dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh WeChat Group, dengan lebih dari 230 karyawan profesional di bidang manajemen investasi dan analisis bisnis.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, NLEM sepakat untuk melakukan lock-up saham selama lima tahun bersama pengendali utama. Bila disetujui oleh BEI, porsi saham yang terkunci akan meningkat dari 42,75% menjadi 78,5% dari total saham beredar.

Menunggu Restu BEI dan Fokus pada Bisnis Inti

William menyebut, seluruh dokumen dan persyaratan telah disampaikan ke BEI.

“Kami tinggal menunggu lampu hijau dari regulator. Setelah disetujui, proses akuisisi akan segera dijalankan,” ujarnya.

Pasca akuisisi, KOKA tidak akan mengubah arah bisnis utama, tetap fokus pada sektor konstruksi, namun juga terbuka terhadap ekspansi ke lini usaha baru, termasuk kerja sama proyek lintas negara.

Manajemen optimistis kolaborasi strategis dengan NLEM akan memperkuat fundamental perusahaan dan membuka peluang proyek berskala internasional.

“Kami yakin kemitraan ini akan membawa energi baru dan memperluas jangkauan bisnis KOKA ke level regional,” tutup William.

Kinerja Saham KOKA Meroket Drastis

  • Terlepas dari suspensi sementara, saham KOKA menunjukkan performa luar biasa di pasar modal.
  • Dalam sebulan terakhir, harga saham melonjak 308%, dari Rp96 pada 8 September 2025 menjadi lebih dari Rp390.
  • Dalam enam bulan, kenaikannya mencapai 355,8% dari Rp86 pada 8 April 2025.
  • Secara year-to-date (YTD), saham KOKA bahkan melejit 503% dibanding harga Rp65 pada 2 Januari 2025.

Lonjakan fantastis ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek akuisisi NLEM dan masa depan KOKA sebagai pemain kuat di industri konstruksi yang siap bersaing di pasar regional.

Kesimpulan

Masuknya NLEM ke tubuh KOKA bukan sekadar aksi korporasi biasa, tetapi langkah strategis menuju penguatan fundamental dan ekspansi global.

Dengan kepatuhan penuh terhadap aturan BEI serta transparansi proses akuisisi, KOKA berpotensi menjadi salah satu emiten paling menjanjikan di 2025.

“Kami ingin memastikan KOKA tumbuh sehat, berintegritas, dan siap bersaing di level internasional,” tegas William menutup sesi.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *