JAKARTA, PROGRES.ID – Panggung politik Indonesia kembali dihebohkan dengan perombakan kabinet yang menghadirkan tokoh bisnis sukses, Rosan Perkasa Roeslani, sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Keputusan ini disambut antusias oleh para pelaku industri, menandakan adanya dorongan segar dalam manajemen BUMN.
Dalam upacara pelantikan yang dilangsungkan di Istana Merdeka, Presiden RI Joko Widodo secara resmi mengangkat Rosan Perkasa Roeslani sebagai Wakil Menteri BUMN, menggantikan Pahala Mansury yang kemudian menduduki posisi Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu). Perpindahan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan jabatan strategis kepada individu yang memiliki rekam jejak luar biasa.
Ternyata, Rosan Perkasa Roeslani bukanlah sosok baru dalam dunia perusahaan dan politik Indonesia. Sebelumnya, ia telah menjalani serangkaian posisi penting yang membuktikan keahliannya dalam mengelola organisasi. Salah satu perannya yang mencolok adalah sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam periode 2015-2021, serta sebagai Ketua Satuan Tugas Omnibus Law.
Karir Rosan juga tidak terbatas di ranah bisnis, ia juga terjun ke dunia politik dengan ikut bergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin selama kampanye pilpres 2019-2024. Bersama dengan tokoh-tokoh berpengaruh seperti Bahlil Lahadalia, Ketua Umum HIPMI saat itu yang kini menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan telah membuktikan kemampuannya dalam berbagai bidang.
Rosan Perkasa Roeslani, yang lahir pada 31 Desember 1968, adalah lulusan European University di Antwerpen dengan gelar MBA. Ia telah menorehkan prestasi sebagai pengusaha sukses sejak lulus SMA, menjadikannya salah satu tokoh bisnis yang patut diperhitungkan. Pada tahun 2009, majalah Forbes menyertakan namanya dalam daftar orang terkaya di Indonesia, dengan kekayaan diperkirakan mencapai Rp6,7 triliun.
Dengan pengalaman yang kaya dan kompetensi yang teruji, Rosan Perkasa Roeslani hadir sebagai sosok yang mampu membawa perubahan positif dalam pengelolaan BUMN. Kehadirannya sebagai Wakil Menteri BUMN memberikan harapan baru bagi sektor usaha negara dan menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan sinergi antara sektor publik dan swasta. Dalam tangan Rosan, masa depan BUMN tampak semakin cerah dan penuh potensi.












