Dokumen tersebut juga menyebut kemungkinan keberadaan Bin Laden di Kabul pada saat itu untuk menghindari konflik dengan kepemimpinan Taliban di Kandahar terkait aktivitasnya.

CIA mencatat bahwa Bin Laden dan Mullah Omar disebut sempat berselisih pada Agustus 2001 mengenai keinginan Bin Laden melancarkan serangan teror.

Dalam memo tersebut, Bin Laden disebut telah memberi tahu Mullah Omar bahwa sejumlah operasi sedang berlangsung dan akan menimbulkan kerusakan besar terhadap Amerika Serikat.

Laporan pascaserangan itu juga memuat informasi dari seorang warga Arab yang berbasis di Kandahar. Ia mengatakan serangan tersebut merupakan hasil perencanaan selama dua tahun dan menyebutnya sebagai awal dari sebuah pembalasan.

Informasi yang masih disensor dalam dokumen tersebut juga mengindikasikan kemungkinan Capitol dan Gedung Putih menjadi target operasi.

Pertanyaan Lama Kembali Muncul

Pembukaan dokumen-dokumen tersebut kembali menyoroti pertanyaan mengenai seberapa jauh pemerintah Amerika Serikat memahami ancaman al-Qaeda sebelum 11 September 2001.

Komisi 9/11 dalam laporan akhirnya menyebut kegagalan mencegah serangan tersebut berkaitan dengan sejumlah faktor, mulai dari kegagalan membayangkan skenario serangan, kebijakan, kemampuan, hingga manajemen.

Namun, komisi menempatkan “kegagalan imajinasi” sebagai kegagalan paling penting.

Dokumen terbaru CIA kini memberikan tambahan bahan bagi publik untuk melihat kembali bagaimana peringatan mengenai Bin Laden dan al-Qaeda berkembang selama bertahun-tahun sebelum serangan 9/11—serta mengapa berbagai sinyal tersebut tidak berhasil diterjemahkan menjadi tindakan yang mampu mencegah tragedi tersebut.